Rabu, 15 OKTOBER 2025 • 17:56 WIB

Rekonstruksi Jalur Gaza: Komitmen Internasional dan Dampak Agresi Militer Israel

Author

Rekonstruksi Jalur Gaza: Komitmen Internasional dan Dampak Agresi Militer Israel

Eropa, negara-negara Arab, Kanada, dan Amerika Serikat berupaya berkontribusi sekitar Rp1.164 triliun untuk rekonstruksi Jalur Gaza. Hal ini disampaikan oleh pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menyoroti dampak besar dari agresi militer Israel terhadap infrastruktur wilayah tersebut.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Menandai Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang

Dampak Agresi Militer Israel

Selama dua tahun agresi, Jalur Gaza mengalami kehancuran yang signifikan, dengan puing-puing yang diperkirakan setara dengan 13 kali ukuran piramida Giza. Jaco Cilliers, pejabat di Program Pembangunan PBB, mengungkapkan bahwa lebih dari 55 juta ton puing dihasilkan dari agresi tersebut.

Situasi ini menunjukkan bahwa pemulihan Gaza akan memakan waktu bertahun-tahun, mengingat luasnya kerusakan yang dialami.

Kehancuran yang melanda Jalur Gaza tidak hanya berdampak pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada masyarakat yang kehilangan tempat tinggal dan kehidupan yang layak.

Komitmen Internasional

Dalam konteks ini, Cilliers menyatakan, 'Kami telah mendengar kabar yang sangat positif dari sejumlah mitra Eropa dan Kanada, mengenai kesediaan mereka untuk membantu. Ada juga diskusi dengan Amerika Serikat.'

Baca juga: Kunto Aji Soroti Perdebatan Selebritas di DPR dan Tantangan Akuntabilitas

Kesepakatan gencatan senjata yang diusulkan sebelumnya oleh Donald Trump memberikan harapan baru bagi warga Palestina yang mulai kembali ke reruntuhan rumah mereka.

Kesediaan negara-negara tersebut untuk membantu mencerminkan komitmen internasional dalam menghadapi krisis kemanusiaan di wilayah tersebut.

Kondisi di Gaza

Menurut Otoritas kesehatan Gaza, wilayah tersebut kini telah berubah menjadi tanah tandus akibat pengeboman yang berkepanjangan selama konflik. Kehidupan di Gaza terhenti, dengan banyak warga yang terpaksa mengungsi dari rumah mereka.

Data PBB mencatat bahwa 83 persen bangunan di Gaza mengalami kerusakan, dengan Gaza City menjadi salah satu daerah yang paling parah terdampak. Kondisi ini menyebabkan kesulitan akses terhadap bantuan dan layanan dasar bagi penduduknya.

Krisis kemanusiaan yang timbul menuntut perhatian segera dari komunitas internasional untuk turut serta dalam membangun kembali kehidupan di Jalur Gaza.

Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille, Klub Penuh Prestasi di Prancis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU