Insiden Keracunan Massal di SMPN 1 Cisarua: Sebanyak 132 Siswa Terluka Setelah Mengonsumsi Makanan Program Makan Bergizi Gratis
Sebanyak 132 siswa dari SMPN 1 Cisarua mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (14/10) malam. Keluhan utama yang dilaporkan adalah bau tidak sedap pada daging ayam yang disajikan.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia untuk Memperkuat Timnas
Kepala dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Panyandaan, Setia Wiguna, mengonfirmasi bahwa bahan baku makanan masing-masing dipesan dari sejumlah pemasok, dan pengelolaannya mengikuti standar ketat.
Proses Persiapan dan Penyediaan Makanan yang Dipertanyakan
Setia Wiguna M, kepala dapur SPPG Panyandaan, menyatakan bahwa proses memasak makanan dilakukan pada malam hari sebelum didistribusikan pada dini hari. Dapur tersebut memproduksi 3.649 porsi makanan per hari untuk berbagai sekolah di sekitar.
Meski mengklaim menerapkan standar ketat dalam pengelolaan makanan, ia mengakui masalah terkait kualitas bahan baku, khususnya daging ayam yang diresahkan oleh siswa dan orang tua.
Setia menjelaskan pentingnya evaluasi berkala untuk memastikan kualitas bahan makanan sebelum pengolahan, menekankan, 'Kami masih melakukan evaluasi terkait daging ayam tersebut dan sudah melakukan pengecekan di lapangan.'
Baca juga: Kasus Tragis Pengemudi Ojek Online Terlibat Oknum Anggota Brimob Menuju Jalur Pidana
Kasus Ini Bukan yang Pertama Kali
Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, mengungkapkan bahwa insiden di Cisarua ini merupakan kejadian kedua, setelah sebelumnya insiden serupa terjadi di Kecamatan Cipongkor dengan lebih dari seribu korban. Status Kejadian Luar Biasa (KLB) belum ditetapkan, meskipun jumlah korban signifikan.
'Saya belum memutuskan untuk memiliki status KLB, karena pemulihan dari keracunan ini lebih cepat dibandingkan kejadian di Cipongkor,' jelas Jeje, menekankan fokus pemerintah daerah pada penanganan pasien.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh pada dapur penyedia makanan MBG dan berencana meninjau lokasi secara langsung untuk memastikan tindakan yang tepat.
Menu Makanan dan Kualitas Pengolahan yang Dipertanyakan
Menu yang disajikan pada hari kejadian meliputi nasi putih, ayam black pepper, tahu goreng, tumis brokoli, dan buah melon. Namun, perhatian utama difokuskan pada kualitas daging ayam yang dinilai tidak memadai, menimbulkan sejumlah keluhan pasca kejadian.
Setia menegaskan upaya untuk menyediakan bahan baku yang berkualitas terbaik tetapi mengakui, 'Kami mau bahan yang paling berkualitas dan tidak berbau, tapi hasilnya di lapangan masih belum memuaskan.'
Sejak beroperasi pada Februari 2024, dapur SPPG Panyandaan diketahui belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Setia menambahkan bahwa pelatihan untuk mendapatkan sertifikat dijadwalkan pada 21 Oktober mendatang.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Insiden Perampokan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: