Selasa, 14 OKTOBER 2025 • 15:32 WIB

Talasemia: Penyakit Genetik yang Perlu Diketahui

Author

Talasemia: Penyakit Genetik yang Perlu Diketahui

Talasemia adalah penyakit kelainan darah yang diturunkan secara genetik, yang dapat menimbulkan masalah kesehatan serius jika tidak ditangani dengan baik. Penyakit ini terjadi akibat produksi hemoglobin yang tidak normal, mengganggu pengangkutan oksigen ke seluruh tubuh.

Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Di Indonesia, prevalensi talasemia cukup signifikan, terutama di kalangan masyarakat keturunan tertentu seperti Cina dan Arab. Pengetahuan yang memadai mengenai penyakit ini sangat penting untuk mencegah dampak kesehatan yang lebih serius.

Apa Itu Talasemia?

Talasemia merupakan kondisi di mana tubuh tidak dapat memproduksi hemoglobin secara normal, mengganggu fungsinya dalam mengangkut oksigen. Terdapat dua jenis utama talasemia, yaitu talasemia alfa dan talasemia beta, yang masing-masing disebabkan oleh mutasi gen yang berbeda.

Penyakit ini diwariskan oleh orang tua yang membawa gen talasemia, dan lebih umum dijumpai pada populasi tertentu. Dengan kata lain, orang yang memiliki orang tua pembawa gen berisiko tinggi untuk mewarisi penyakit ini.

Gejala talasemia bervariasi dari yang ringan hingga parah dan dapat mencakup anemia, kelelahan, serta pertumbuhan yang terhambat. Dalam kasus yang parah, pasien mungkin memerlukan transfusi darah secara rutin untuk menjaga kesehatan.

Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Campuran Pertama dari Indonesia di Major League Soccer

Diagnosis dan Pengujian

Diagnosis talasemia biasanya dilakukan melalui serangkaian tes darah yang menunjukkan kadar hemoglobin dan sel darah merah. Tes genetik juga diperlukan untuk mendeteksi kemungkinan pembawa gen talasemia dalam keluarga.

Di Indonesia, berbagai rumah sakit dan laboratorium menyediakan layanan pemeriksaan genetik untuk talasemia. Pemeriksaan ini menjadi penting, terutama bagi pasangan yang merencanakan pernikahan atau memiliki anak, untuk mengetahui risiko mewariskan gen talasemia.

Pendidikan masyarakat mengenai talasemia perlu ditingkatkan, agar mereka lebih peka terhadap status genetik diri. Banyak individu tidak menyadari bahwa mereka dapat menjadi pembawa tanpa menunjukkan gejala.

Pengobatan dan Manajemen

Pengobatan talasemia tersebut bergantung pada tingkat keparahan gejala yang dialami pasien. Untuk kasus yang lebih ringan, perubahan pola makan dan suplemen gizi dapat membantu, sedangkan kasus lebih berat mungkin memerlukan transfusi darah berulang untuk menjaga kesehatan.

Selain itu, terapi chelation sering dilakukan untuk mengatasi penumpukan zat besi akibat transfusi darah yang rutin. Terapi ini penting untuk mencegah kerusakan organ akibat kelebihan zat besi dalam tubuh.

Masyarakat diharapkan untuk lebih aktif mencari informasi mengenai talasemia dan mendapatkan dukungan dari organisasi yang dapat membantu para penderita. Hal ini diharapkan dapat mendukung pasien dan keluarganya dalam menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih baik.

Baca juga: Pemeriksaan Eks Menteri Agama oleh KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU