Proses identifikasi jenazah korban tragedi Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, menghadapi berbagai tantangan berat akibat kondisi jenazah yang tidak utuh dan minim tanda khusus. Kepala Bidang DVI Pusdokkes Polri, Kombes Wahyu Hidajati, menyatakan bahwa pihaknya sepenuhnya bergantung pada pemeriksaan DNA untuk melakukan identifikasi.
Baca juga: Pentingnya Mencintai Diri Sendiri dalam Membangun Hubungan yang Sehat
Wahyu menjelaskan bahwa pencocokan DNA memerlukan ketelitian tinggi, terutama karena bagian tubuh yang terpisah dari tubuh utama.
Kesulitan Proses Identifikasi
Menurut Kombes Wahyu, daya teliti sangat dibutuhkan dalam proses pencocokan DNA di mana bagian tubuh yang terpisah harus sesuai dengan tubuh utama. "Kesulitannya karena bagian tubuh tidak lengkap dan tidak ada ciri-ciri khusus," ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa dalam pengalaman sebelumnya, ada bagian tubuh yang baru dapat dicocokkan dua hari setelah tubuh utamanya teridentifikasi. "Kondisi serupa juga kami temui saat ini," tambahnya.
Baca juga: Sidang Kode Etik Polri Terkait Kematian Pengemudi Ojek Online
Dari total 171 orang yang terlibat dalam tragedi ini, 67 di antaranya meninggal dunia, termasuk delapan potongan tubuh yang ditemukan.
Tragedi Ambruknya Bangunan
Tragedi ambruknya Pondok Pesantren Al Khoziny terjadi pada Senin, 29 September, saat para santri sedang melaksanakan salat Asar. Bangunan yang ambruk adalah musala asrama santri putra.
Penyebab ambruknya bangunan diduga sebagai akibat dari kesalahan konstruksi. Kejadian ini telah memicu perhatian yang lebih besar terhadap keamanan dan kelayakan bangunan pondok pesantren di seluruh Indonesia.
Kerja Sama Tim Gabungan
Proses identifikasi sedang dilakukan secara intensif oleh tim gabungan yang terdiri dari RS Bhayangkara Polda Jatim, Pusdokkes Polri, PDFI, serta berbagai instansi terkait. Kolaborasi ini bertujuan untuk memastikan ketelitian ilmiah dan memberikan empati kepada keluarga korban.
Saat ini, dari total korban yang terlibat, 104 di antaranya berhasil diselamatkan, sementara proses identifikasi korban terus berlangsung hingga seluruhnya terdata.
Baca juga: Apple Diperkirakan Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: