Pemerintah Indonesia tengah mengupayakan solusi untuk membayar utang proyek Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) tanpa melibatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Langkah ini merupakan respons dari Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi terhadap penolakan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk menggunakan APBN dalam pembayaran utang tersebut.
Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi Kerja dari Rumah untuk ASN
Dalam pernyataannya, Prasetyo menegaskan pentingnya dukungan terhadap moda transportasi Whoosh, meskipun permasalahan utang tidak dibahas dalam rapat di kediaman Presiden Prabowo Subianto.
Penolakan Penggunaan APBN untuk Utang Kereta Cepat
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa utang proyek Kereta Cepat Indonesia China tidak akan ditanggung oleh APBN. Proyek dengan total utang mencapai Rp 116 triliun ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terlibat.
Purbaya juga mengungkapkan bahwa Danantara, sebagai superholding BUMN, memiliki potensi keuangan yang cukup untuk menyelesaikan utang ini. Meskipun belum menerima permintaan resmi dari Danantara, Purbaya menekankan bahwa seluruh dividen BUMN telah menjadi milik Danantara sejak institusi tersebut didirikan.
Baca juga: Apple Diperkirakan Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray
Dukungan terhadap Moda Transportasi Whoosh
Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa Kereta Cepat Whoosh berfungsi sebagai moda transportasi yang sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama untuk mobilitas antar kota seperti Jakarta dan Bandung. Ia menekankan perlunya dukungan agar proyek ini terus berkembang, bahkan hingga ke Surabaya.
Menurutnya, proyek kereta cepat ini lebih dari sekadar infrastruktur; namun merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan layanan transportasi di Indonesia dan memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat secara keseluruhan.
Pernyataan dan Harapan Pemerintah
Dalam pernyataan terpisah, Prasetyo menyampaikan harapan agar Kereta Cepat ini dapat diperpanjang rutenya hingga Surabaya, sehingga dapat mendukung lebih banyak warga dan meningkatkan konektivitas antar daerah. Ia yakin bahwa pengembangan ini akan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Sikap pemerintah ini menunjukkan komitmen dalam mencari solusi finansial yang tidak membebani APBN, sembari tetap mendukung proyek infrastruktur yang diketahui penting bagi pertumbuhan ekonomi dan mobilitas masyarakat.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool di Bursa Transfer Musim Panas 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: