Tantangan Sektor Ketenagakerjaan di Indonesia: Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia melalui Pendidikan Vokasi
Chief Executive Officer Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata, Rosan Roeslani, mengungkapkan adanya dilema dalam sektor ketenagakerjaan Indonesia. Salah satu solusi untuk menciptakan lapangan pekerjaan adalah dengan meningkatkan investasi dari dalam dan luar negeri.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Namun, tantangan yang dihadapi adalah kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang perlu ditingkatkan. Hal ini menjadi perhatian pemerintah dalam menyiapkan tenaga kerja yang berkualitas.
Tantangan Kualitas Sumber Daya Manusia
Rosan Roeslani menjelaskan bahwa kualitas SDM menjadi kriteria penting dalam menarik investasi. "Karena untuk investasi masuk salah satu kriteriannya yang mereka tanyakan talentnya manusianya siap atau tidak," ujarnya saat acara di Jakarta Convention Center.
Data menunjukkan bahwa struktur tenaga kerja di Indonesia memiliki tantangan tersendiri. Dari sekitar 152 juta orang tenaga kerja, 44-45% merupakan lulusan Sekolah Dasar, sementara lulusan universitas hanya mencapai 14%.
Angka kelulusan ini menyoroti perlunya perhatian khusus pada pendidikan vokasi sebagai solusi. Rosan menyebut bahwa peningkatan kualitas tenaga kerja perlu difokuskan pada pendidikan vokasional.
"Hanya 14 persen. Sehingga pendidikan salah satunya pendidikan vokasi, vokasional training dan edukasi menjadi hal yang sangat penting," jelasnya.
Pentingnya Pendidikan Vokasi
Pendidikan vokasi diharapkan dapat menjembatani kesenjangan antara kebutuhan industri dan kompetensi tenaga kerja. Rosan menekankan bahwa pelatihan program vokasi menjadi prioritas dalam meningkatkan SDM.
Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Campuran Pertama dari Indonesia di Major League Soccer
"Nah oleh sebab itu program vokasional training menjadi hal yang sangat penting, yang menjadi sekali prioritas dalam kita meng-upscaling, rescaling dari kemampuan sumber daya manusia kita," pungkasnya.
Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah perlu merumuskan kebijakan yang mendukung pengembangan pendidikan vokasi. Vokasi diharapkan bisa menghasilkan tenaga kerja yang siap pakai dan sesuai dengan kebutuhan pasar.
Keberhasilan dalam mendidik tenaga kerja melalui program vokasional akan membawa dampak positif bagi perekonomian, terutama dalam menciptakan lapangan pekerjaan baru.
Peran Pemerintah dalam Meningkatkan Kualitas SDM
Pemerintah memiliki peran strategis dalam menyiapkan SDM yang berkualitas. Langkah-langkah yang diambil termasuk meluncurkan berbagai program pendidikan yang fokus pada keterampilan praktis.
Kualitas pendidikan diharapkan dapat selaras dengan kebutuhan investor. Rosan mengingatkan bahwa kesiapan talent di Indonesia harus diperhatikan untuk menarik lebih banyak investasi.
"Siap atau tidak. Nah ini juga adalah PR kita bersama, bagaimana kita menyiapkan talent pool kita," tambahnya.
Pemerintah diharapkan bisa bersinergi dengan sektor industri untuk menciptakan kurikulum yang relevan.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor Transfer
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: