Senin, 06 OKTOBER 2025 • 17:17 WIB

Pertemuan Jokowi dan Prabowo: Langkah Strategis untuk Kebersamaan Nasional

Author

Pertemuan Jokowi dan Prabowo: Langkah Strategis untuk Kebersamaan Nasional

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengadakan pertemuan dengan mantan Presiden Prabowo Subianto di kediaman Prabowo yang terletak di Kertanegara pada Sabtu, 4 Oktober 2025.

Baca juga: Novak Djokovic Melangkah ke Semifinal US Open 2025 Setelah Mengalahkan Taylor Fritz

Pertemuan ini menyoroti pentingnya komunikasi antara pemimpin dalam membahas isu-isu kebangsaan yang krusial.

Respon Positif dari Luhut

Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Panjaitan, mengungkapkan tanggapannya terhadap pertemuan tersebut, menekankan pentingnya dialog antar pemimpin.

Ia menyatakan, "Bagus kan kalau presiden dengan mantan presiden bertemu, pemimpin guyub," menandakan dukungannya terhadap kolaborasi ini.

Namun, Luhut juga menuturkan bahwa ia tidak mengetahui isi percakapan antara kedua pemimpin tersebut.

Di sisi lain, ia berharap interaksi seperti ini dapat memperkuat posisi negara di tingkat internasional.

Isi Pembicaraan Menurut Istana

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menjelaskan lebih lanjut mengenai bentuk dan substansi pertemuan tersebut.

Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Dugaan Penghasutan Massal yang Memicu Kontroversi

"Banyak. Yang pertama memang silaturahmi di antara dua pemimpin, Presiden ke-7 dan Presiden ke-8," ujarnya, menjelaskan bahwa pertemuan berlangsung kurang lebih dua jam dan dilakukan secara empat mata.

Berbagai isu kebangsaan dibicarakan dalam konteks saling memberikan masukan yang positif untuk kebijakan nasional.

Hal ini dianggap sebagai langkah strategis dalam mengarahkan masa depan kebijakan nasional di Indonesia.

Kegiatan Lanjutan Prabowo

Usai pertemuan dengan Jokowi, Prabowo Subianto mengundang sejumlah menteri dan tokoh untuk berkumpul di kediamannya di Kertanegara.

Kehadiran para menteri menunjukkan bahwa diskusi ini tidak terbatas hanya pada pertemuan pribadi, tetapi juga melibatkan banyak pemangku kepentingan.

Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, turut menjelaskan bahwa pertemuan tersebut memiliki tujuan untuk memperkuat silaturahmi antar tokoh yang berkontribusi terhadap bangsa.

"Arahannya supaya kita terus bersatu, TNI adalah tentsnya rakyat, dan rakyat adalah miliknya TNI," katanya, meskipun ia tidak merinci lebih lanjut tentang arahan yang diberikan Prabowo.

Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran BEM SI: ‘Indonesia (C)emas’ Digelar pada 2 September 2025

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU