Seorang dokter di Pennsylvania, Amerika Serikat, berhasil melakukan prosedur pengeluaran dumbbell seberat 2 kg dari rektum seorang pasien pria berusia 50 tahun.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas
Kasus ini mencuat setelah pasien tersebut datang ke unit gawat darurat dengan keluhan nyeri perut bagian bawah akibat praktik seksual yang tidak biasa.
Kondisi Pasien dan Deteksi Awal
Pasien tiba di rumah sakit melaporkan nyeri perut yang dirasakan selama empat jam. Tidak terdapat riwayat medis yang signifikan pada pasien sehingga tim medis perlu melakukan pemeriksaan mendalam.
Pemeriksaan abdomen menunjukkan nyeri tekan ringan di kuadran bawah kiri. Hal ini mendorong dokter untuk melakukan pemeriksaan rektal yang menemukan benda logam keras di dalam rektum, tetapi tidak ditemukan darah pada sarung tangan pemeriksa.
Radiografi abdomen biplanar dilakukan, memperlihatkan adanya bayangan benda asing yang konsisten dengan dumbbell berukuran 5 pon. Temuan ini mengarahkan tim medis untuk berkonsultasi dengan tim bedah terkait penanganan kasus tersebut.
Baca juga: Korea Selatan Bersiap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Prosedur Pengeluaran Benda Asing
Tim medis mengambil langkah untuk melakukan prosedur pengeluaran benda tersebut menggunakan obat penenang ringan. Hal ini memungkinkan pasien tetap sadar tetapi dalam kondisi rileks selama proses dilakukan.
Dengan bantuan tim dokter, perut pasien ditekan untuk mendorong dumbbell keluar dari rektum. Proses ini dilakukan tanpa pembedahan, yang mengurangi risiko komplikasi tambahan.
Setelah beberapa upaya, akhirnya dumbbell berhasil dikeluarkan. Pemeriksaan lanjutan menunjukkan bahwa otot dubur pasien berfungsi dengan baik meskipun terdapat sedikit perdarahan.
Pemantauan Pasca Prosedur
Setelah pengeluaran, pasien dipantau di ruang gawat darurat selama enam jam untuk memastikan kondisinya stabil. Selama periode ini, pasien tidak lagi merasakan nyeri perut dan dapat menerima makanan secara oral.
Pasien juga menunjukkan kemampuan untuk buang air kecil tanpa kesulitan, yang menjadi indikasi pemulihan yang baik. Setelah pemantauan yang ketat, pasien diperbolehkan untuk pulang ke rumah.
Situasi ini menyoroti pentingnya penanganan yang cepat dan tepat dalam kasus-kasus darurat, termasuk dalam kasus yang melibatkan benda asing di rektum.
Baca juga: Kerusuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Dampaknya di Kampus
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: