Sebanyak sembilan warga di kawasan Industri Modern Cikande, Kabupaten Serang, Banten, teridentifikasi terpapar radioaktif Cesium-137 (Cs-137). Temuan ini berasal dari pemeriksaan kesehatan yang dilakukan terhadap lebih dari 1.500 orang setelah ditemukannya zat radioaktif dalam sampel makanan.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Kementerian Kesehatan telah menanggapi situasi ini dengan menjamin bahwa mayoritas individu yang diperiksa tidak mengalami dampak kesehatan serius. Namun, kehadiran potensi bahaya akibat paparan jangka panjang tetap menjadi isu penting.
Temuan Paparan Cs-137 di Cikande
Penemuan radioaktif Cesium-137 (Cs-137) mengejutkan masyarakat setelah terdeteksi pada sampel udang beku yang diproduksi oleh PT Bahari Makmuri Sejati untuk diekspor ke Amerika Serikat. Penemuan ini kemudian diikuti oleh terdeteksinya paparan serupa pada cengkih dari PT NJS di Indonesia.
Kementerian Kesehatan mencatat bahwa pemeriksaan kesehatan menyeluruh telah dilakukan terhadap 1.562 pekerja dan warga yang tinggal di sekitar kawasan tersebut. Menurut Menteri Kesehatan, Zulkifli Hasan, "Telah melakukan pemeriksaan terhadap 1.562 pekerja dan masyarakat, tidak menimbulkan dampak kesehatan serius. Hanya ada 9 orang, dan itu sudah ditangani oleh Kementerian Kesehatan."
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas
Jalur Masuk Cs-137 ke Dalam Tubuh
Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Prof. Tjandra Yoga Aditama, menjelaskan berbagai cara bagaimana Cs-137 dapat memasuki tubuh manusia. Paparan dapat terjadi melalui makanan atau air yang terkontaminasi, dan juga melalui inhalasi udara yang terkontaminasi.
Dalam keterangan tertulisnya, Prof. Tjandra menyebutkan empat kemungkinan cara masuknya Cs-137 ke dalam tubuh menurut Agency for Toxic Substances and Disease Registry (ATSDR) yang berada di bawah CDC AS. Salah satu cara utama adalah melalui konsumsi makanan yang ditanam di tanah yang terkontaminasi.
Dampak Paparan Cs-137
Paparan Cs-137 dalam dosis tinggi merupakan kejadian langka dan sering kali terkait dengan kecelakaan nuklir. Prof. Tjandra menegaskan bahwa, "Keadaan yang amat jarang terjadi ini memang akan dapat menyebabkan sindrom radiasi akut atau acute radiation syndrome, dalam bentuk keluhan mual, muntah, diare, perdarahan, bahkan sampai koma, dan mungkin kematian kalau memang paparannya amat tinggi."
Meskipun sembilan orang yang teridentifikasi terpapar dalam situasi ini tidak menunjukkan dampak kesehatan serius, penting untuk tetap waspada terhadap potensi risiko akibat paparan jangka panjang terhadap Cs-137.
Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Campuran Pertama dari Indonesia di Major League Soccer
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: