Kebakaran terjadi di hunian pekerja konstruksi Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Rabu sore, mengakibatkan evakuasi sekitar 700 pekerja.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Menandai Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang
Kebakaran ini menghanguskan dua lantai dari sebuah gedung hunian di kawasan Sepaku, Penajam Paser Utara.
Detail Kebakaran dan Respons Tim Pemadam
Kebakaran yang melanda hunian pekerja IKN dimulai pada pukul 17.08 WITA. Tim pemadam menerima laporan sekitar satu jam setelah kebakaran mulai berkobar, dan segera bergegas menuju lokasi.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Penajam Paser Utara mengerahkan lima unit mobil pemadam, tiga unit mobil operasional, dan delapan unit tangki suplai dari PUPR dan kontraktor. Berbagai unsur instansi termasuk BPBD, Polsek Sepaku, dan Koramil Sepaku juga turut serta dalam pemadaman.
Proses pemadaman api berhasil selesai pada pukul 20.17 WITA, setelah tim pemadam melakukan pendinginan pada lokasi kebakaran. Meskipun api dapat dipadamkan, kerusakan pada lantai tiga dan empat gedung cukup serius dan mengganggu aktivitas para pekerja.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Perdebatan Selebritas di DPR dan Tantangan Akuntabilitas
Evakuasi dan Penanganan Pekerja
Sekitar 700 pekerja dievakuasi ke Tower Bengkirai dan Tower Flamboyan untuk menjaga keselamatan mereka. Kepala BPBD PPU, M. Sukadi Kuncoro, menegaskan bahwa penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
Semua pekerja yang dievakuasi telah didata dan dipindahkan ke lokasi yang aman untuk tetap melanjutkan aktivitas mereka. Jurubicara OIKN, Troy Herald Pantouw, memastikan tidak ada korban jiwa akibat insiden ini.
Penanganan terhadap para pekerja yang terdampak dilakukan dengan terkoordinasi agar dapat segera kembali beraktivitas tanpa terganggu oleh peristiwa kebakaran ini.
Meski Medan Sulit, Tim Pemadam Berhasil Tiba di Lokasi
Posko Damkar Sotek juga dikerahkan untuk membantu proses pemadaman. Anggota posko, Bambang, menyebutkan bahwa mereka menerima laporan kebakaran pada pukul 17.59 WITA.
Tim tersebut menempuh perjalanan sekitar 30 menit untuk mencapai lokasi kebakaran. Bambang menambahkan, "Medan cukup sulit karena jalan licin akibat hujan. Sesampainya di sana, api sudah padam dan kami hanya melakukan pendinginan."
Kejadian ini menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan dan respons cepat tim pemadam kebakaran dalam menangani insiden yang berpotensi merugikan.
Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam: Pertimbangan Penting untuk Pelari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: