Tim SAR Gabungan telah menyelesaikan pencarian di lokasi reruntuhan mushala Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, tanpa menemukan tanda kehidupan setelah evakuasi korban terakhir pada Rabu malam, 1 Oktober 2025.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia untuk Memperkuat Timnas
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa keputusan untuk beralih ke tahap berikutnya diambil setelah memastikan tidak ada korban lain yang masih hidup di bawah reruntuhan.
Kondisi Terbaru Evakuasi
Setelah pencarian intensif, tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi korban terakhir dalam keadaan selamat pada pukul 20.22 WIB. Namun, tidak ditemukan tanda-tanda kehidupan lebih lanjut setelahnya.
Letjen TNI Suharyanto, Kepala BNPB, menyatakan, “Secara ilmu pengetahuan itu tidak lagi ditemukan tanda-tanda kehidupan.” Pemantauan menggunakan drone thermal juga tidak mendeteksi adanya korban hidup.
Sebagai langkah proaktif, petugas melakukan sterilisasi area di sekitar lokasi untuk mendeteksi suara kecil yang mungkin berasal dari korban. Sayangnya, hingga pagi hari berikutnya, hasil pencarian tetap nihil.
Baca juga: Polisi Lakukan Penyelidikan Kasus Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni
Pengalihan Tahap Evakuasi
Setelah tidak ditemukan tanda kehidupan, tim SAR Gabungan memutuskan untuk beralih dari penyelamatan menjadi pengangkatan reruntuhan dengan menggunakan alat berat seperti crane. Keputusan tersebut diambil setelah diskusi mendalam dengan keluarga korban.
Menurut Suharyanto, “Ada beberapa langsung sedih tapi tidak ada satu pun keluarga yang meminta kami melanjutkan pencarian terhadap korban yang hidup.” Hal ini mencerminkan penerimaan dari pihak keluarga terkait situasi yang terjadi.
Keberlanjutan metode evakuasi ini juga didasarkan pada observasi terhadap keadaan gedung yang ambruk akibat kegagalan konstruksi, yang disebabkan oleh ketidakmampuan bangunan menahan beban dari kapasitas yang seharusnya.
Data Korban dan Proses Perawatan
Dari total 108 orang yang terdaftar sebagai korban, sebanyak delapan belas berhasil dievakuasi, lima dinyatakan meninggal, dan seratus tiga orang dalam keadaan selamat. Proses pencarian saat ini masih berlanjut dengan mencari 59 orang yang belum ditemukan.
Korban yang berhasil dievakuasi kini menjalani perawatan di beberapa rumah sakit, termasuk Rumah Sakit Notopuro Sidoarjo dan Rumah Sakit Delta Surya. Tim medis selalu siap memberikan perawatan bagi setiap korban.
Peristiwa ini memberikan dampak signifikan pada masyarakat sekitar, dan investigasi lebih lanjut akan dilakukan untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Insiden Perampokan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: