Kamis, 02 OKTOBER 2025 • 11:36 WIB

Keracunan Makanan Program Makan Bergizi Gratis: Tanggapan dan Evaluasi Program

Author

Keracunan Makanan Program Makan Bergizi Gratis: Tanggapan dan Evaluasi Program

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, mengungkapkan pengalaman menyedihkan keluarganya terkait keracunan makanan yang diduga disebabkan oleh program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah.

Baca juga: Korea Selatan Bersiap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Cucunya harus dirawat di rumah sakit selama empat hari, yang menambah perhatian terhadap pelaksanaan program yang memiliki niat baik ini.

Kejadian Keracunan yang Mengkhawatirkan

Mahfud MD menjelaskan bahwa cucu ponakannya mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi menu dari program MBG yang berlangsung di Yogyakarta. Ia juga menyebutkan bahwa delapan siswa di kelas cucunya mengalami muntah-muntah setelah konsumsi makanan dari program tersebut.

Dari informasi yang tersedia, enam anak di kelas tersebut diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik, namun cucu Mahfud harus dirawat lebih lama di rumah sakit. "Satu masih dirawat di rumah sakit sampai kemarin saya masih di Jogja," ungkap Mahfud.

Kejadian ini tidak boleh dianggap remeh. Mahfud menggarisbawahi, "Tapi kan juga jutaan pesawat terbang di dunia ini lalu lalang setiap hari, kecelakaan satu saja tidak sampai 0,00017 persen orang sudah ribut, karena menyangkut nyawa, kesehatan."

Baca juga: Lima Kota Terbaik di Indonesia untuk Liburan Sendirian

Tanggapan Terhadap Evaluasi Program MBG

Mahfud juga mengemukakan tanggapannya terhadap pernyataan Presiden Prabowo Subianto, yang menyatakan bahwa kesalahan pelaksanaan program MBG berada pada angka yang sangat kecil, yaitu 0,00017 persen dari total penerima. Namun, Mahfud menegaskan pentingnya melakukan kajian lebih mendalam mengenai akibat dari keracunan ini.

Ia mengingatkan bahwa setiap insiden memiliki konsekuensi yang signifikan, terutamanya terkait kesehatan anak-anak. Dalam pandangannya, program MBG yang memiliki tujuan baik harus tetap dalam pengawasan dan evaluasi yang penuh.

Mahfud menekankan bahwa tata kelola atas program tersebut harus lebih ditingkatkan untuk memastikan bahwa tanggung jawab dalam pelaksanaan program ini dapat diidentifikasi dengan jelas, terutama di tingkat lokal. "Ini harus didukung dan tentunya disertai evaluasi," ujarnya.

Pentingnya Perbaikan dan Transparansi

Dalam penjelasannya, Mahfud menyampaikan beberapa ketidakjelasan dalam pelaksanaan program MBG yang harus ditangani. Ia menyerukan agar pemerintah daerah lebih aktif dalam menjalankan program ini.

Mahfud menyoroti bahwa sering kali guru dan pihak sekolah terpaksa menyelesaikan masalah tanpa dukungan dari panitia resmi. "Begitu ada masalah keracunan, mereka (pemda) yang turun," jelasnya.

Situasi ini menciptakan kondisi di mana tanggung jawab tidak terdefinisi dengan jelas, dan Mahfud menyerukan perbaikan dalam tata kelola program untuk mencegah insiden serupa di masa depan.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Insiden Perampokan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU