Selasa, 30 SEPTEMBER 2025 • 16:44 WIB

Pengibaran Bendera Setengah Tiang sebagai Penghormatan kepada Korban G30S

Author

Pengibaran Bendera Setengah Tiang sebagai Penghormatan kepada Korban G30S

Istana Kepresidenan Republik Indonesia mengibarkan bendera Merah Putih setengah tiang pada Selasa, 30 September 2025, untuk memperingati para korban peristiwa G30S.

Baca juga: Pemecatan Anggota Polri Setelah Kematian Pengemudi Ojek Online

Pengibaran ini juga diimbau oleh Kementerian Kebudayaan kepada masyarakat, instansi pemerintah, dan lembaga pendidikan di seluruh Indonesia.

Pengibaran Bendera Setengah Tiang

Bendera Merah Putih tersebut dikibarkan setengah tiang di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, sebagai simbol penghormatan kepada para pahlawan yang telah gugur dalam peristiwa G30S.

Selain di Istana Negara, bendera setengah tiang juga dikibarkan di belakang area Kompleks Kementerian Sekretariat Negara yang menghadap ke Jalan Juanda, Jakarta. Ritual ini menjadi bagian dari tradisi tahunan untuk memperingati tragedi kemanusiaan yang terjadi beberapa dekade lalu.

Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Menuai Kritik

Imbauan dari Kementerian Kebudayaan

Kementerian Kebudayaan telah mengeluarkan surat edaran resmi yang mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk mengibarkan bendera setengah tiang pada tanggal bersejarah ini. 'Kami meminta seluruh masyarakat Indonesia mengibarkan bendera setengah tiang untuk mengenang para pahlawan yang jatuh dalam peristiwa tersebut,' ucap pihak kementerian.

Surat edaran tersebut juga menyebutkan bahwa pada 1 Oktober 2025, bendera Merah Putih harus dikibarkan dengan satu tiang penuh. Ini dimaksudkan untuk memperingati Hari Kesaktian Pancasila dan harus dilaksanakan pada pukul 06.00 WIB.

Sejarah Peristiwa G30S

G30S, atau Gerakan 30 September, merupakan gerakan kudeta yang terjadi dari malam 30 September hingga 1 Oktober 1965 dan berujung pada penculikan serta pembunuhan tujuh jenderal TNI Angkatan Darat.

Peristiwa ini menjadi salah satu catatan kelam dalam sejarah Indonesia, di mana Pasukan Cakrabirawa dan sejumlah tokoh dari Partai Komunis Indonesia (PKI) terlibat dalam tragedi tersebut.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool di Bursa Transfer Musim Panas 2025

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU