Meskipun terdapat kemajuan dalam dunia kerja, kesenjangan upah antara pria dan wanita tetap menjadi isu yang signifikan di Indonesia.
Baca juga: Pimpinan DPR RI Terima Aspirasi Mahasiswa Terkait Demonstrasi dan Tunjangan Anggota
Berbagai faktor, termasuk stereotip gender, akses pendidikan, dan pilihan karir, berkontribusi terhadap perbedaan upah ini.
Faktor Penyebab Kesenjangan Upah
Salah satu faktor utama yang menyebabkan kesenjangan upah adalah rasio partisipasi perempuan dalam angkatan kerja yang masih rendah.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2021, rasio partisipasi angkatan kerja perempuan di Indonesia hanya mencapai 51,9% dibandingkan dengan 81,5% untuk pria.
Banyak perempuan juga terjebak dalam pekerjaan informal yang umumnya memiliki upah lebih rendah dan kurang stabil.
Persepsi negatif terhadap kemampuan perempuan dalam posisi pengambilan keputusan dapat membatasi peluang mereka untuk mendapatkan gaji yang setara.
Persepsi dan Stereotip Gender
Stereotip gender sering kali memengaruhi cara perempuan diperlakukan di tempat kerja.
Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi Kerja dari Rumah untuk ASN
Dalam survei yang dilakukan oleh World Economic Forum, 61% responden wanita melaporkan bahwa mereka merasa diabaikan ketika mengajukan kenaikan gaji.
Kenyataan ini menunjukkan bahwa terdapat hambatan sistemik dalam pencapaian kesetaraan gender, termasuk di dalam budaya organisasi.
Kurangnya keberadaan perempuan dalam posisi manajerial juga memperburuk situasi, karena mereka tidak mendapatkan akses kepada sumber daya yang sama.
Peran Pendidikan dan Kesempatan
Pendidikan merupakan faktor penting dalam menentukan gaji, dan meskipun kesenjangan pendidikan antara pria dan wanita sedang menurun, masih terdapat ketidaksetaraan dalam bidang studi.
Bias dalam pemilihan jurusan kuliah sering kali terjadi, di mana perempuan lebih memilih jurusan yang umumnya dipandang memiliki potensi penghasilan lebih rendah.
Hal ini berlanjut ke tempat kerja, di mana perempuan sering kali terbatasi untuk menduduki posisi yang menawarkan penghasilan lebih tinggi.
Secara keseluruhan, peluang yang tidak setara dalam pendidikan dan pekerjaan berkontribusi signifikan terhadap gender pay gap.
Baca juga: Kunto Aji Ungkap Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Sosial
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: