Pada Rabu, 24 September 2025, sebanyak 500 pelajar di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi makanan bergizi gratis (MBG). Kejadian ini memicu respon cepat dari pihak berwenang dan layanan kesehatan di wilayah tersebut.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool di Bursa Transfer Musim Panas 2025
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, mengonfirmasi bahwa semua korban adalah siswa yang mengalami keluhan pasca konsumsi makanan tersebut. Keluhan umum yang dialami termasuk mual, sesak, dan pusing.
Pernyataan Resmi dari Pejabat Setempat
Herman Suryatman, selaku Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, menyatakan, "Teridentifikasi 500 yang mengeluh (keracunan) dan langsung kami tangani," saat meninjau kondisi para pelajar di posko Cipongkor. Kejadian ini menjadi perhatian besar bagi pemerintah daerah dan tim kesehatan yang terlibat.
Dari total tersebut, sekitar 400 pelajar dirawat di posko utama sementara 100 lainnya dirujuk ke Puskesmas Citalem. Pihak berwenang berkomitmen untuk memberikan perawatan menyeluruh kepada semua yang terkena dampak.
Pengendalian Situasi dan Tanggap Darurat
Herman memastikan bahwa semua fasilitas layanan kesehatan dioptimalkan untuk menangani krisis ini. Ia menyatakan bahwa ambulans dan tenaga medis dikerahkan dari berbagai wilayah untuk memberikan bantuan kepada para pelajar yang membutuhkan.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil
"Teman-teman bisa lihat, ambulans kami kerahkan, tenaga medis kami kerahkan, bukan hanya dari KBB tapi juga dari kota Bandung, dari kota Cimahi dan dari kabupaten Bandung," ungkapnya saat meninjau situasi di posko.
Langkah mendukung ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjamin keselamatan dan kesehatan publik di tengah situasi darurat.
Tindakan Lanjutan dan Evaluasi Program
Herman juga memberikan penjelasan terkait kekhawatiran orang tua siswa mengenai program MBG. Ia menjanjikan akan menyampaikan masalah ini kepada Badan Gerakan Nasional (BGN), yang memiliki otoritas dalam pelaksanaan program tersebut.
"Kalau terkait itu, tentu kami akan laporkan ke BGN, karena otoritasnya adalah di BGN, yang jelas, Pemda Provinsi Jawa Barat mendukung program MBG," ucapnya.
Terkait status Kejadian Luar Biasa (KLB) yang ditetapkan oleh Bupati Jeje Ritchie Ismail, Herman menekankan pentingnya melakukan evaluasi terhadap dapur-dapur yang terlibat dalam penyajian makanan di acara tersebut.
Baca juga: Pemeriksaan Eks Menteri Agama oleh KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: