Pada Selasa, 24 September 2025, seorang peserta demonstrasi bernama Ridwan melakukan aksi cor badan di peringatan Hari Tani di sekitar Patung Kuda, Jakarta. Aksi tersebut menjadi simbol kekecewaan masyarakat petani Indonesia terhadap pemerintah.
Baca juga: Desta Sebarkan Tuntutan 17+8 Setelah Hujatan Netizen Terkait Pilihan Politik
Ridwan, yang juga merupakan pimpinan petani dari Riau, keberatan di dalam adukan beton yang disiapkan, menunjukkan tekad para petani untuk menuntut perhatian pemerintah.
Konteks Demonstrasi Hari Tani
Hari Tani di Indonesia diadakan setiap tahun sebagai peringatan pentingnya reforma agraria dan untuk menyoroti isu-isu yang dihadapi oleh para petani. Tahun ini, demonstrasi tersebut diwarnai oleh aksi cor badan yang dilakukan oleh Ridwan, menggambarkan ketidakpuasan petani yang belum terpenuhi.
Lokasi demonstrasi yang biasanya berlangsung di seputar Istana Kepresidenan terpaksa dialihkan oleh pihak kepolisian, menandakan upaya pemerintah untuk membatasi ruang gerak aksi demonstratif. Hal ini berimbas pada keinginan petani untuk menyampaikan keluhan mereka secara terbuka.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool di Bursa Transfer Musim Panas 2025
Pernyataan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi
Ketua Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) DKI Jakarta, Betran Sulani, menjelaskan bahwa aksi Ridwan mencerminkan akumulasi kekecewaan masyarakat petani. Ia menegaskan bahwa aksi ini menyoroti perlunya perhatian serius pemerintah dalam menyelesaikan masalah reforma agraria di Indonesia.
"Petani Riau aksi bukan hari ini saja. Tetapi tuntutan tidak diakomodir, maka di momentum hari tani nasional, aksi cor badan ini sebagai kritikan, akumulasi kekecewaan petani Riau bahwa pemerintah tidak selesai melaksanakan reformasi agraria," ungkap Betran. Hal ini mencakup situasi konflik agraria yang tak kunjung mendapatkan penyelesaian.
Reaksi Publik dan Dampak Demonstrasi
Aksi Ridwan menarik perhatian publik dan memicu berbagai reaksi dari masyarakat, baik pendukung maupun penentang. Tindakan dramatis ini diharapkan dapat menarik perhatian pada isu-isu serius yang sering diabaikan oleh pemerintah.
Demonstrasi ini diharapkan menginspirasi lebih banyak petani dan masyarakat untuk bersuara mengenai isu-isu yang mempengaruhi kehidupan mereka. Kesejahteraan petani dan reforma agraria yang adil menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Baca juga: Lima Kota Terbaik di Indonesia untuk Liburan Sendirian
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: