Senin, 14 JULI 2025 • 21:09 WIB

Luis Enrique Berisiko Menghadapi Sanksi Setelah Insiden Menampar Joao Pedro

Author

KAMI INDONESIA – Pelatih Paris Saint-Germain, Luis Enrique, berisiko menerima sanksi berat dari FIFA akibat insiden menampar pemain Chelsea, Joao Pedro, pasca pertandingan final Piala Dunia Antarklub 2025, di mana PSG kalah telak 0-3.

Tindakan Enrique menuai kecaman publik dan dinilai sangat tidak pantas, serta berpotensi merugikan kariernya di dunia sepak bola.

Insiden Pasca Pertandingan

Setelah peluit panjang berbunyi, Luis Enrique terlihat mendekati Joao Pedro dan melakukan tindakan yang mengejutkan banyak pihak. Video insiden tersebut cepat menyebar di media sosial, mendapatkan berbagai reaksi dari penggemar sepak bola dan pakar.

Laporan dari sejumlah media menyatakan bahwa tindakan Enrique tidak hanya mencoreng nama baiknya, tetapi juga menambah catatan hitam dalam dunia sepak bola internasional. Momen emosional ini mengguncang taktik dan strategi yang telah ia bangun selama karier kebijakannya.

Pendapat Ahli Mengenai Sanksi Potensial

Eduardo Iturralde Gonzalez, mantan wasit LaLiga, memberikan komentarnya mengenai kemungkinan sanksi terhadap Enrique. Ia menyatakan, ‘Tentu saja ada kemungkinan sanksi. Kartu kuning dan merah di turnamen memang bisa berakhir, tapi FIFA masih bisa memberinya sanksi, ada bedanya.’

Gonzalez menambahkan bahwa jika Enrique dijatuhi sanksi selama satu bulan, ia akan absen dalam banyak pertandingan yang seharusnya dihadapi PSG. ‘Bahkan bisa jadi ia pun tidak diperbolehkan melatih timnya,’ lanjut Gonzalez menekankan dampak yang mungkin terjadi.

FIFA dan Etika dalam Sepak Bola

Etika dalam sepak bola menjadi sorotan utama dalam insiden ini. Gonzalez melanjutkan, ‘Anda tidak bisa sembarangan menyentuh wajah lawan,’ menekankan bahwa tindakan Enrique jelas melanggar norma yang ada di dunia olahraga.

Ia menegaskan, ‘Maksudnya, menghampiri dan memukul wajah lawan usai laga pun sudah menjadi hal yang memalukan.’ Tindakannya dianggap tidak hanya mengurangi rasa hormat antar pemain, tetapi juga dapat mengganggu integritas kompetisi yang sedang berlangsung.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU