Senin, 18 AGUSTUS 2025 • 23:39 WIB

Tragedi Kebakaran Sumur Minyak di Blora: Tiga Korban Jiwa dan 55 Kepala Keluarga Mengungsi

Author

KAMI INDONESIA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan insiden kebakaran sumur minyak yang terjadi di Dusun Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, yang merenggut nyawa tiga orang dan memaksa 55 kepala keluarga untuk mengungsi.

Dwi Anggia, Juru Bicara Kementerian ESDM, menggarisbawahi pentingnya keselamatan kerja dalam pengelolaan sumur minyak masyarakat dan menginformasikan bahwa kolaborasi sedang dilakukan dengan Pertamina dan BPBD setempat untuk penanganan lebih lanjut.

Duka dan Koordinasi Pemadaman

Kementerian ESDM, melalui Dwi Anggia, mengekspresikan duka cita yang mendalam atas peristiwa tragis yang terjadi di Blora dan menekankan bahwa keselamatan masyarakat adalah prioritas utama.

Ia mengonfirmasi bahwa kementerian telah berkolaborasi dengan Pertamina Hulu Energi (PHE) Randugunting dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat dalam usaha pemadaman kebakaran dan evakuasi warga.

Kebakaran yang berlangsung sejak Minggu, 17 Agustus 2025, dipicu oleh ledakan yang merusak struktur sumur, menyebabkan tiga orang dipastikan tewas dalam insiden ini, yakni Tanek (60), Sureni (52), dan Wasini (50).

Sebanyak 55 kepala keluarga terpaksa mengungsi, dengan beberapa di antaranya mencari perlindungan di rumah kerabat terdekat, sementara kondisi dua korban yang selamat, termasuk seorang balita, sedang dirawat di rumah sakit.

Langkah Hukum dan Rencana Pengelolaan Sumur

Dwi Anggia menyatakan bahwa Kementerian ESDM tengah menelaah regulasi yang ada, termasuk Peraturan Menteri ESDM No 14 Tahun 2025 tentang Kerja Sama Pengelolaan Bagian Wilayah Kerja untuk Peningkatan Produksi Minyak.

Regulasi ini bertujuan untuk mengatur tata kelola sumur minyak masyarakat serta meningkatkan keselamatan kerja, dengan hanya sumur-sumur yang sudah ada sebelumnya yang berhak mendapatkan perhatian.

Pengelolaan sumur tersebut dijadwalkan berlangsung selama empat tahun ke depan, dengan perbaikan yang dilakukan secara bertahap berdasarkan praktik teknik yang baik. ‘Ini akan diatur tata kelola selama berproduksi dengan perbaikan bertahap sesuai Good Engineering Practices,’ ujarnya.

Kementerian juga berencana untuk menempatkan pengelolaan sumur di bawah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), koperasi, atau Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), agar pengelolaan dapat berjalan lebih baik, terutama dalam aspek lingkungan dan keselamatan.

Dampak dan Harapan Ke Depan

Anggota Tim Reaksi Cepat BPBD Blora, Agung Triyono, melaporkan bahwa jumlah korban jiwa meningkat menjadi tiga, dengan dua orang lainnya terluka akibat kebakaran tersebut.

Pengungsian yang telah berlangsung menunjukkan dampak signifikan dari kebakaran ini terhadap masyarakat setempat, sedangkan kemandekan dalam pemadaman kebakaran mencerminkan perlunya tindakan yang lebih cepat dan efektif.

‘Kebakaran ini merupakan pengingat akan pentingnya keselamatan dan pengelolaan yang baik dalam produksi minyak,’ tutup Dwi Anggia.

Dengan langkah-langkah perbaikan yang sedang dipertimbangkan, harapannya adalah agar insiden serupa dapat diminimalisir di masa mendatang, sambil meminta pemerintah provinsi segera merampungkan inventarisir sumur masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
Tags esdm
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU