Kamis, 28 AGUSTUS 2025 • 08:26 WIB

Ahmad Dhani Terlibat Ketegangan dalam Rapat Koordinasi tentang Royalti Lagu

Author

Generated by Journalist AI

KAMI INDONESIA – Musikus dan anggota DPR RI Ahmad Dhani mengalami momen tegang saat rapat koordinasi di Komisi XIII pada Rabu, 27 Agustus 2025. Ketegangan tersebut terjadi saat Dhani mencoba menginterupsi penjelasan Ariel Noah mengenai izin penggunaan lagu.

Rapat yang bertujuan membahas polemik royalti lagu ini juga dihadiri oleh sejumlah musisi, termasuk Judika, yang turut berbagi pandangannya mengenai pentingnya pengelolaan izin lagu di industri musik Indonesia.

Permasalahan Royalti Lagu

Rapat tersebut diadakan untuk membahas penggunaan karya lagu dan aspek komersialnya. Ariel Noah, yang sekaligus Wakil Ketua Vibrasi Suara Indonesia (VISI), menyoroti banyaknya penyanyi yang merasa resah tentang mekanisme izin yang diterapkan, khususnya bagi penyanyi yang terlibat dalam acara komersial.

Ariel menekankan perlunya definisi yang jelas mengenai izin, dengan menyatakan, “Dalam hal yang dibilang tadi komersial, dalam bentuk pensi saja sudah komersial sebetulnya kan, gitu. Apakah itu juga berlaku yang sama?” pernyataan ini menarik perhatian para musisi yang hadir dalam pertemuan.

Ahmad Dhani, yang juga seorang pengusaha dan produser musik, berpendapat bahwa isu ini sudah pernah dibahas pada pertemuan sebelumnya. Namun, Ketua Komisi Willy Aditya menganggap bahwa pengulangan isu penting untuk memperdalam pemahaman dan diskusi di antara anggota.

Interupsi dan Teguran

Ketegangan muncul ketika Ariel Noah mulai mengemukakan pendapatnya. Ahmad Dhani berusaha untuk menginterupsi, tetapi Willy Aditya menegaskan bahwa tujuan forum tersebut adalah untuk mengumpulkan masalah, bukan untuk debat.

Dhani mempertanyakan, “Pak Ketua, bisa saya jawab sebagai anggota DPR?” Namun, Willy menegaskan, “Nggak perlu jawab, kita belanja masalahnya. Ini bukan forum berbalas pantun.” Situasi ini semakin meningkatkan ketegangan antara Dhani dan Willy.

Meskipun terjadi ketegangan, Willy kembali menekankan pentingnya rapat untuk mempertegas isu yang ada, sebuah langkah yang dianggap perlu untuk menyelesaikan permasalahan yang tengah dihadapi oleh para pekerja seni.

Pandangan Judika dan Diskusi Berlanjut

Judika, salah satu anggota VISI, menambahkan bahwa setiap penyanyi harus memahami pentingnya izin untuk lagu yang dinyanyikan. Dalam penjelasannya, ia menekankan bahwa royalti bagi pencipta lagu merupakan bagian vital dari proses berkarya.

“Kalau saya nyanyi selalu saya taruh di kontrak untuk semua lagu yang saya bawakan, harap dibayarkan royaltinya kepada penciptanya,” ungkap Judika, menunjukkan kesadaran akan pentingnya masalah ini.

Judika juga mengemukakan bahwa sistem pengelolaan dan distribusi royalti saat ini masih mengalami kendala, yang menciptakan ketidaknyamanan bagi para artis. Pernyataan ini direspons kembali oleh Dhani, yang mempertanyakan pernyataan Judika mengenai ‘kurang enak’, dan memicu diskusi yang lebih dalam di antara anggota.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU