Eksekutif Produser Cerita Lila, Akshay Melwani (Istimewa)
Kesuksesan film horor Cerita Lila di bioskop Indonesia menjadi awal dari rencana besar yang tengah disiapkan oleh Show Token. Setelah berhasil menarik lebih dari 650 ribu penonton sejak tayang pada 18 Juni 2026, ekosistem hiburan berbasis teknologi tersebut kini menargetkan produksi lebih dari 30 judul film baru dalam waktu dekat.
Tak hanya memperluas lini produksi, Show Token juga menyiapkan investasi senilai US$100 juta atau sekitar Rp1,7 triliun untuk mendukung pertumbuhan industri perfilman dan ekonomi kreatif di Asia Tenggara, dengan Indonesia sebagai fokus utamanya.
Cerita Lila Jadi Langkah Awal
Film Cerita Lila yang disutradarai Bobby Prasetyo sukses mencuri perhatian publik lewat kisah mistis seorang gadis kecil bernama Lila yang terus mencari saudari kembarnya, Lili, setelah meninggal dunia.
Diadaptasi dari cerita populer Diary Misteri Sara milik Sara Wijayanto, film tersebut memadukan horor supranatural dengan drama keluarga yang emosional sehingga berhasil menarik ratusan ribu penonton hanya dalam hitungan pekan.
Keberhasilan itu menjadi pijakan bagi Show Token untuk memperluas kontribusinya di industri film nasional.
Target Produksi Lebih dari 30 Film
Eksekutif Produser Cerita Lila, Akshay Melwani, mengatakan Indonesia memiliki banyak cerita berkualitas yang layak dikenal dunia. Namun, menurutnya, keterbatasan akses pendanaan dan distribusi masih menjadi tantangan besar bagi para sineas.
Karena itu, pihaknya membangun ekosistem digital yang memungkinkan proyek film memperoleh dukungan pembiayaan dengan pendekatan berbasis teknologi.
"Indonesia memiliki kekayaan narasi yang luar biasa, namun sering kali langkah kita terhenti di pasar domestik karena keterbatasan infrastruktur global," ujar Akshay.
Ia menambahkan, Show Token ingin menciptakan ekosistem yang memungkinkan karya anak bangsa lebih mudah diakses, dimiliki, dan diapresiasi oleh penonton internasional.
Film Baru Sudah Mengantre
Setelah Cerita Lila, Show Token bersama MVP Pictures akan kembali menghadirkan film Sihir Tanah Kubur yang dijadwalkan tayang pada Juli 2026.
Selain itu, kerja sama juga dilakukan dengan sejumlah rumah produksi, termasuk A&Z Production, untuk mengembangkan berbagai proyek film baru.
Beberapa judul yang telah dipersiapkan antara lain:
Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati
Taboo
Siti Vampire
Sebelum Tiga Puluh
Seluruh proyek tersebut menjadi bagian dari target produksi lebih dari 30 film bergenre horor dan drama sepanjang tahun ini.
Investasi Rp1,7 Triliun untuk Industri Kreatif
Chief Operating Officer (COO) Show Token, Joshua Khubani, menegaskan pihaknya tidak hanya ingin menjadi investor, tetapi juga ikut membangun fondasi baru bagi industri hiburan digital.
Melalui investasi senilai US$100 juta, Show Token berharap mampu memperkuat sistem pendanaan sekaligus memperluas distribusi karya kreatif Indonesia.
"Kami memandang Indonesia bukan sebagai pasar konsumtif, melainkan sebagai episentrum talenta yang selama ini kekurangan likuiditas dan sistem distribusi yang efisien," kata Joshua.
Menurutnya, potensi sineas Indonesia sangat besar dan perlu didukung dengan ekosistem yang mampu mempertemukan kreator dengan peluang pendanaan secara lebih terbuka.
Industri Film Indonesia Masuki Babak Baru
Kesuksesan Cerita Lila menunjukkan bahwa film horor lokal masih memiliki daya tarik yang sangat kuat di mata penonton Indonesia. Di sisi lain, dukungan investasi dan teknologi diyakini dapat membuka peluang baru bagi perfilman nasional untuk berkembang lebih cepat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: