Kategori Berita
Sabtu, 27 DESEMBER 2025 • 12:25 WIB

Risiko Kesehatan Akibat Kebiasaan Duduk Berkepanjangan

Risiko Kesehatan Akibat Kebiasaan Duduk BerkepanjanganRisiko Kesehatan Akibat Kebiasaan Duduk Berkepanjangan

Kebiasaan duduk dalam waktu lama kini menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari banyak individu. Namun, penelitian menunjukkan bahwa dampak negatifnya terhadap kesehatan, baik fisik maupun mental, perlu mendapat perhatian serius.

Baca juga: Desta Sebarkan Tuntutan 17+8 Setelah Hujatan Netizen Terkait Pilihan Politik

Para ahli menyatakan bahwa duduk berlama-lama dapat berkontribusi pada sejumlah masalah kesehatan, termasuk obesitas dan gangguan mental. Artikel ini akan membahas lebih lanjut tentang efek samping dari kebiasaan ini.

Dampak Kesehatan Fisik

Duduk berlama-lama diketahui dapat menyebabkan sakit punggung dan ketegangan otot. Ini terjadi terutama pada otot punggung dan leher yang terlalu lama berada dalam posisi statis.

Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa duduk terlalu lama meningkatkan risiko obesitas. Metabolisme tubuh melambat saat kita kurang bergerak, sehingga kalori yang dibakar pun berkurang.

Kondisi seperti diabetes tipe 2 juga dapat meningkat akibat kebiasaan duduk berkepanjangan. Insulin yang tidak berfungsi dengan efektif dikaitkan dengan aktivitas fisik yang minimal.

Baca juga: Kunto Aji Ungkap Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Sosial

Pengaruh pada Kesehatan Mental

Tidak hanya fisik, kesehatan mental kita juga bisa terpengaruh jika terlalu lama duduk. Para ahli menyatakan bahwa aktivitas fisik membantu meredakan stres dan meningkatkan suasana hati.

Sebaliknya, kebiasaan duduk yang berlebihan dapat menyebabkan perasaan cemas dan depresi. Ini bisa terjadi karena kurangnya aktivitas yang meningkatkan endorfin, hormon kebahagiaan.

Bahkan, sebuah studi menunjukkan bahwa orang yang lebih banyak bergerak cenderung memiliki tingkat kepuasan hidup yang lebih tinggi. Oleh karena itu, penting untuk memasukkan gerakan dalam rutinitas sehari-hari.

Strategi untuk Mengurangi Waktu Duduk

Mengurangi waktu duduk dapat dimulai dengan mengatur jadwal istirahat. Cobalah untuk berdiri atau berjalan setiap 30 menit saat bekerja atau belajar.

Selain itu, menggunakan meja yang dapat diatur tingginya untuk berdiri sambil bekerja bisa menjadi solusi yang baik. Aktivitas fisik ringan, seperti peregangan, juga dapat membantu mengurangi ketegangan otot.

Mengintegrasikan kegiatan fisik dalam rutinitas harian seperti bersepeda, berjalan kaki, atau olahraga juga sangat penting. Dengan begitu, kita bisa menjaga kesehatan tubuh dan pikiran lebih baik.

Baca juga: Pihak Unisba dan Unpas Bantah Keterlibatan TNI-Polri di Kampus Saat Kericuhan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Risiko Kesehatan Akibat Kebiasaan Duduk Berkepanjangan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!