Selasa, 23 JUNI 2026 • 16:22 WIB

Ratu Meta Debut Film Horor Lewat Lastri: Arwah Kembang Desa, Ngaku Sempat Merinding Saat Syuting

Author

Ratu Meta (Istimewa)
Publik selama ini mengenal Ratu Meta sebagai penyanyi dangdut dengan sederet lagu populer yang akrab di telinga pecinta musik Tanah Air. Namun kali ini, perempuan asal Karawang itu tampil dengan wajah baru lewat film horor Lastri: Arwah Kembang Desa.

Tak tanggung-tanggung, film tersebut menjadi pengalaman pertama Ratu Meta terjun ke genre horor. Menariknya, selama proses syuting ia mengaku sempat mengalami sejumlah kejadian yang membuat suasana semakin mencekam.

"Aku ini pertama kali main film horor. Jadi banyak pengalaman baru yang aku rasakan selama syuting," ujar Ratu Meta saat berbagi cerita mengenai keterlibatannya dalam film tersebut.

Jadi Tetangga yang Suka Menggosipkan Lastri
Dalam film garapan sutradara Hendri Tivo itu, Ratu Meta dipercaya memerankan karakter Indah, seorang warga desa yang mengetahui kehidupan Lastri dan ikut menyebarkan berbagai cerita buruk tentangnya.

Karakter Indah digambarkan sebagai sosok yang sering bergosip dan ikut menuduh Lastri melakukan hal-hal yang sebenarnya belum tentu benar.

Namun seperti film horor pada umumnya, tindakan tersebut akhirnya membawa konsekuensi yang tidak pernah dibayangkan.

"Karakter aku itu tetangganya Lastri. Jadi dia tahu kehidupan Lastri dan sering ngomongin dia ke warga lain. Intinya suka menggosip dan ikut menuduh. Nah, setelah itu aku malah dihantui sama sosok Lastri," cerita Ratu Meta.

Meski terlibat dalam konflik yang cukup serius, karakter Indah tetap memiliki sisi komedi yang membuat suasana film terasa lebih berwarna.

"Ada lucunya juga sih karakter aku, jadi enggak melulu tegang," tambahnya.

Syuting di Lumajang, Sering Merasa Ada Sosok yang Lewat
Proses syuting Lastri: Arwah Kembang Desa dilakukan di Lumajang, Jawa Timur. Menurut Ratu Meta, suasana lokasi syuting memang sudah terasa menyeramkan sejak awal.

Terlebih banyak adegan yang dilakukan menjelang malam hari sehingga atmosfer horornya terasa sangat kuat.

"Kalau syutingnya sih lancar, tapi memang suasananya serem. Kadang pas sore sampai malam suka lihat kayak ada bayangan atau sekelebat orang lewat begitu," ungkapnya.

Meski tidak bisa memastikan apa yang dilihatnya, pengalaman tersebut cukup membuatnya merinding selama berada di lokasi syuting.

Alasan Terima Tawaran Main Film
Bagi Ratu Meta, dunia akting bukan hal yang benar-benar asing. Namun bermain dalam film layar lebar tetap menjadi pengalaman berbeda dibanding aktivitasnya sebagai penyanyi.

Ia mengaku salah satu alasan menerima tawaran film ini karena suasana kebersamaan yang tercipta selama proses produksi.

"Aku suka syuting film karena bisa kumpul sama teman-teman lama, ketemu orang baru juga. Lama-lama rasanya kayak keluarga sendiri," katanya.

Kedekatan antar pemain dan kru menjadi salah satu kenangan yang paling berkesan baginya selama menjalani syuting.

Kenang Sosok Gary Iskak
Selain pengalaman horor, Ratu Meta juga mengenang sosok mendiang Gary Iskak yang ikut membintangi film tersebut.

Meski tidak memiliki banyak adegan bersama dalam film, Ratu Meta mengaku sudah mengenal Gary dari proyek sebelumnya.

Menurutnya, Gary adalah sosok yang ramah dan mudah bergaul dengan siapa saja.

"Dulu pernah syuting bareng Mas Gary. Orangnya ceria, easy going, dan perhatian juga. Bahkan sempat tanya kabar keluarga saya," kenangnya.

Kehadiran Gary di lokasi syuting disebut memberikan energi positif bagi para pemain lainnya.

Kisah Horor yang Berangkat dari Fitnah
Lastri: Arwah Kembang Desa mengangkat kisah seorang perempuan cantik bernama Lastri yang hidup di sebuah desa pada era 1990-an.

Karena kecantikannya, Lastri menjadi pusat perhatian banyak orang. Namun di balik itu, ia juga menjadi korban fitnah dan kecemburuan warga sekitar.

Tekanan yang terus menerus diterimanya membuat hidup Lastri hancur hingga berujung pada kematian tragis.

Setelah meninggal, arwah Lastri dikisahkan kembali untuk membalas dendam kepada mereka yang telah menghancurkan hidupnya.

Film yang dibintangi Hana Saraswati, Gary Iskak, Yama Carlos, Audy Bella, Ratu Meta, dan sejumlah aktor lainnya ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai 16 Juli 2026.

Bagi Ratu Meta, film ini menjadi langkah baru dalam perjalanan kariernya di dunia hiburan sekaligus kesempatan menunjukkan sisi berbeda yang belum pernah dilihat publik sebelumnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU