Pemakaman Bunda Iffet Dihadiri Para Personel Slank. (Istimewa)
KAMI INDONESIA – Bunda Iffet, sosok yang dikenal sebagai ibu dari Bimbim, drummer Slank, memiliki peran yang sangat penting dalam sejarah perjalanan band legendaris ini. Di belakang kesuksesan Slank, terhampar kisah perjuangan dan pengorbanan Bunda Iffet yang siap berjuang untuk anak-anaknya.
Pada saat keadaan sangat kritis, ketika Slank terjerumus ke dalam dunia narkoba, Bunda Iffet bukan hanya sekadar manajer, tetapi juga penggerak utama yang bertanggung jawab untuk menjaga masa depan band tersebut.
Bunda Iffet mengambil langkah berani ketika banyak pihak telah menyerah, berupaya untuk menyelamatkan penghidupan Slank dari kehancuran akibat ketergantungan narkoba.
Sifatnya yang penuh kasih dan dedikasi kepada Slank memperlihatkan bahwa ia bukan hanya seorang ibu bagi Bimbim, tetapi juga ibu bagi seluruh personel lainnya.
Perjuangan Bunda Iffet dimulai saat ia menyadari bahwa anaknya dan rekan-rekannya terjerat dalam persoalan narkoba. Sungguh menantang, karena saat itu Bunda Iffet melihat potensi besar dalam diri mereka namun juga kesulitan dan pengaruh buruk dari lingkungan.
Dia memutuskan untuk mengambil peran manajerial dan aktif terjun dalam setiap penampilan, berusaha memberikan dukungan langsung kepada Slank.
Dengan semua kepedihan dan tantangan tersebut, Bunda Iffet berjuang tak mengenal lelah. Ia memberikan nasihat dan menjadi pendengar setia, berusaha menjaga agar Slank tetap pada jalurnya.
Dalam tempaan waktu yang sulit, kehadirannya menjadi cahaya di ujung terowongan, mengarahkan mereka untuk tetap menjauhi narkoba.
Bunda Iffet berusaha menggunakan berbagai metode untuk menjaga anak-anaknya tetap aman dari pengaruh narkoba. Salah satu strategi yang diambil adalah dengan mengisolasi anggota band dalam satu tempat, guna meminimalisir akses mereka terhadap narkoba.
Tindakan ini menunjukkan betapa jauh dan salah satu khidmatnya dalam berjuang demi keselamatan mereka.
Selama proses ini, Bunda Iffet aktif terlibat dalam komunikasi terbuka, memberi ruang bagi setiap anggota Slank untuk berbagi tentang ketakutan dan transisi yang mereka jalani.
Meskipun terkadang mereka masih mencari ‘jalan tikus’ untuk kembali ke kebiasaan lama, keteguhan hati Bunda Iffet terus berusaha menyalakan harapan.
Kepergian Bunda Iffet pada 26 April 2025 membawa duka yang mendalam bagi seluruh penggemar Slank. Namun, warisan berharga yang ditinggalkannya adalah pelajaran berharga tentang keteguhan, keberanian, dan cinta tanpa syarat.
Ia telah menjadi pilar yang mendukung tidak hanya Bimbim, tetapi juga setiap anggota Slank dalam perjuangan melawan narkoba.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: