Senin, 23 FEBRUARI 2026 • 11:05 WIB

Prediksi Penurunan Peminat untuk Dua Jenis Startup AI di Masa Depan

Author

Prediksi Penurunan Peminat untuk Dua Jenis Startup AI di Masa Depan

Kecerdasan buatan (AI) generatif telah memicu kemunculan banyak startup, namun tidak semua akan mampu bertahan di pasar yang semakin kompetitif.

Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Tetap Melanjutkan Perjalanan ke China

Dua jenis startup yang diperkirakan akan kehilangan peminat adalah LLM wrapper dan agregator AI.

Model Bisnis LLM Wrapper

LLM wrapper merupakan startup yang mengembangkan produk menggunakan model AI seperti GPT, Claude, atau Gemini tanpa memiliki hak kekayaan intelektual yang valid.

Contoh dari model ini adalah startup yang memanfaatkan AI untuk mendukung siswa dalam proses belajar mengajar.

Darren Mowry, VP Google Cloud, menyebutkan bahwa jika startup hanya menciptakan 'cover' dari model AI yang telah ada tanpa adanya diferensiasi yang nyata, maka prospek mereka tidak akan menguntungkan.

Beliau menekankan bahwa 'Anda harus memiliki keunggulan kompetitif yang kuat dan luas' untuk dapat bertahan di tengah persaingan yang ketat.

Kriteria Diferensiasi dalam Startup AI

Dua LLM wrapper yang dianggap memiliki diferensiasi adalah Cursor, yang berfungsi sebagai asisten pengkodean berbasis GPT, dan Harvey AI, yang berfokus pada sektor hukum.

Baca juga: Penangkapan Profesor R, Koordinator Pembuatan Bom Molotov dalam Aksi Demo Ricuh di Jakarta

Mowry menekankan pentingnya diferensiasi untuk menciptakan nilai tambah yang dapat menarik perhatian pengguna.

Tanpa adanya penemuan yang inovatif, model startup ini berisiko kehilangan tempat di pasar yang semakin padat dan kompleks.

Inovasi yang jelas menjadi salah satu kunci untuk memastikan over the competition.

Model Bisnis AI Aggregator dan Tantangannya

Model bisnis kedua yang diperkirakan akan mengalami penurunan peminat adalah AI aggregator, yang mengkombinasikan berbagai model AI dalam satu interface atau API.

Perusahaan yang menerapkan model bisnis ini sering menawarkan lapisan orkestrasi dengan alat pemantauan dan evaluasi, yang memang terlihat menjanjikan pada awalnya.

Namun, Mowry mencatat bahwa hanya menyediakan akses ke sejumlah model tidak cukup, karena pengguna kini beralih pada integrasi yang lebih kompleks berdasarkan konteks dan pemahaman domain.

Beliau merekomendasikan agar perusahaan rintisan 'jauhi bisnis agregator', sebab pengguna saat ini menginginkan kekayaan intelektual yang terintegrasi untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Baca juga: Apple Diperkirakan Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU