Inovasi Penyewaan Tubuh Manusia untuk Kecerdasan Buatan
Sebuah platform baru bernama RentAHuman.ai menawarkan konsep unik berupa penyewaan tubuh manusia untuk agen kecerdasan buatan (AI). Dalam platform ini, individu dapat dibayar untuk melakukan tugas fisik yang tidak dapat dikerjakan oleh AI.
Baca juga: Sidang Kode Etik Polri Terkait Kematian Pengemudi Ojek Online
Diluncurkan pada 2 Februari 2026 oleh Alexander Liteplo, platform ini berhasil menarik minat yang signifikan dengan lebih dari 73.000 pendaftar dalam waktu dua hari pascapeluncuran.
RentAHuman.ai resmi diluncurkan pada awal Februari dan memiliki misi untuk menghubungkan AI dengan individu yang dapat melakukan aktivitas fisik secara langsung. Informasi awal tentang platform ini menunjukkan bahwa ada kebutuhan yang mendesak agar AI dapat mengakses kemampuan fisik manusia.
Para pendaftar dapat membuat profil yang mencakup informasi lokasi dan keahlian, serta menentukan harga per jam untuk layanan yang ditawarkan. Latar belakang pendaftar pribadi sangat bervariasi, menampilkan peluang baru di era digital ini.
Liteplo menegaskan pentingnya keterlibatan manusia dalam operasional AI, dengan menyatakan, 'robot butuh tubuh manusia.' Konsep ini membuka diskusi lebih luas tentang peran manusia di dunia yang semakin dikuasai teknologi.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens dari Royal Antwerp
Dalam waktu hanya dua hari setelah peluncuran, jumlah pendaftar pada platform RentAHuman.ai melonjak pesat menjadi 73.000. Meskipun demikian, hanya 83 profil yang ditampilkan pada laman pencarian, yang memberikan gambaran tentang antusiasme kalangan masyarakat terhadap konsep baru ini.
Pendaftar yang tertarik akan dihubungi oleh bot otonom sesuai dengan tugas yang diperlukan. AI bertanggung jawab untuk memberikan instruksi serta meminta bukti penyelesaian tugas dari individu yang terlibat.
Proses pembayaran untuk setiap tugas yang dikerjakan akan menggunakan aset kripto, yang merupakan langkah inovatif sejalan dengan perkembangan teknologi dan digitalisasi yang semakin pesat.
Alexander Liteplo berharap bahwa RentAHuman.ai dapat menciptakan ekosistem kerja serabutan yang sejalan dengan tren yang sudah populer, seperti model bisnis yang digunakan oleh Uber. Ini memungkinkan orang untuk mendapatkan penghasilan dari melakukan tugas kecil yang fleksibel.
Website platform ini dirancang untuk 'ramah' bagi robot, yang bertujuan mempermudah interaksi antara pengguna manusia dan berbagai jenis bot AI. Hal ini termasuk menerapkan context protocol model (MCP) yang mengatur komunikasi antara agen AI dan manusia.
Dengan pendekatan ini, agen AI seperti Claude dan MoltBot dapat menyewa manusia langsung dengan cara yang sederhana tanpa perlu campur tangan dari manusia lain yang menggunakan layanan bot tersebut.
Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat untuk Polisi Terluka dalam Demonstrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: