Meta Ubah Arah Strategis: Fokus pada Kecerdasan Buatan
Meta, yang sebelumnya dikenal sebagai Facebook, mengambil langkah penting dengan mengalihkan fokus dari pengembangan metaverse ke kecerdasan buatan (AI).
Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Campuran Pertama dari Indonesia di Major League Soccer
Keputusan ini mengikuti pemutusan hubungan kerja yang mempengaruhi lebih dari 1.000 karyawan di divisi Reality Labs perusahaan.
Dalam langkah mengejutkan, Meta memberhentikan sejumlah pegawai dari divisi Virtual Reality dan menutup beberapa studio pengembangannya. Langkah ini berdampak pada lebih dari 10% dari divisi hardware yang bertugas mengembangkan headset VR Quest dan platform Horizon Worlds.
Berdasarkan laporan CNBC, perubahan ini merupakan bagian dari strategi baru CEO Mark Zuckerberg yang berupaya menjauh dari proyek metaverse yang tidak memberikan hasil diharapkan. Zuckerberg menegaskan, "Kami menyadari pentingnya merestrukturisasi pendekatan kami terhadap teknologi baru."
Meta kini mengarahkan anggaran dan sumber daya dari teknologi VR untuk mendukung pengembangan perangkat kecerdasan buatan dan wearable, mencerminkan pergeseran ke solusi yang lebih praktis.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor Transfer
Dengan berkurangnya fokus pada metaverse, Meta berupaya meningkatkan investasi dalam bidang AI. Tahun lalu, perusahaan ini menghabiskan dana sebesar USD 14,3 miliar untuk menciptakan tim yang kuat di bidang kecerdasan buatan, termasuk merekrut pendiri Scale AI, Alexandr Wang.
Mark Zuckerberg secara resmi mengumumkan pemindahan Vishal Shah, yang sebelumnya memimpin divisi metaverse, untuk mengawasi produk AI. Dalam pernyataannya, Zuckerberg menyatakan, "Kami percaya bahwa investasi dalam kecerdasan buatan akan menjadi kunci untuk pertumbuhan kami di masa depan."
Meta juga berencana meluncurkan model AI terbarunya yang berpola kode Avocado pada kuartal pertama tahun ini sebagai langkah untuk bersaing dengan pemain besar seperti OpenAI dan Google.
Walaupun mengurangi ambisi terhadap metaverse, Meta mempertahankan beberapa fitur dari dunia VR. Perusahaan meluncurkan usaha menarik pengembang game dari platform seperti Roblox untuk menciptakan pengalaman baru di Horizon Worlds, meskipun hingga saat ini pengguna aktifnya relatif rendah.
Dengan lebih dari 150 juta pengguna harian, Roblox menunjukkan bahwa permainan virtual memiliki daya tarik tersendiri bagi generasi muda. Ben Hatton, analis dari CCS Insight, menyatakan, "Kita bisa belajar dari perkembangan dan penerimaan platform lain untuk membangun Horizon Worlds yang lebih kuat."
Namun, berita terbaru menunjukkan bahwa Meta memindahkan aplikasi kebugaran VR, Supernatural, ke mode pemeliharaan dengan tim yang sangat terbatas, menandakan bahwa meskipun ada perubahan fokus, Meta tidak sepenuhnya meninggalkan industri VR.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo Karena Kondisi Jakarta
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: