Kategori Berita
Senin, 09 FEBRUARI 2026 • 13:30 WIB

Indonesia Memasuki Era Baterai Sodium untuk Kendaraan Listrik

Indonesia Memasuki Era Baterai Sodium untuk Kendaraan ListrikIndonesia Memasuki Era Baterai Sodium untuk Kendaraan Listrik

Industri otomotif Indonesia tengah berinovasi dengan mengembangkan baterai berbasis sodium, yang diharapkan menjadi alternatif dalam penyimpanan energi untuk kendaraan listrik.

Baca juga: Pimpinan DPR RI Terima Aspirasi Mahasiswa Terkait Demonstrasi dan Tunjangan Anggota

Inisiatif ini bertujuan untuk mengatasi tantangan terkait keterbatasan bahan baku lithium dan menciptakan solusi yang lebih terjangkau dan berkelanjutan.

Potensi Baterai Sodium dalam Industri Otomotif

PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) aktif mengkaji teknologi baterai sodium sebagai solusi inovatif untuk masa depan. Eko Maryanto, Head of Business Development DRMA, menegaskan bahwa baterai sodium memiliki potensi untuk menggantikan aki konvensional berbasis timbal dengan performa yang lebih baik.

Dia menjelaskan, 'Posisinya memang masih di bawah lithium, tapi lebih baik dibanding lead acid. Untuk aki, sebenarnya sodium ini yang paling cocok,' saat diadakan konferensi di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Namun, pengembangan baterai sodium masih menghadap kendala terkait biaya dan kesiapan teknologi. Eko juga mencatat bahwa saat ini pasar belum sepenuhnya menerima produk berbasis sodium.

Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Tetap Melanjutkan Perjalanan ke China

Tantangan dalam Pengembangan Baterai Sodium

Eko Maryanto mengidentifikasi biaya tinggi dan energi yang lebih rendah sebagai tantangan utama dalam pengembangan baterai sodium. Ia mengungkapkan, 'Sekarang teknologinya masih mahal. Energinya juga lebih rendah dibanding LFP, tapi harganya justru masih lebih tinggi.'

Kondisi tersebut menyebabkan produk berbasis sodium sulit untuk diterima secara luas di kalangan masyarakat. 'Kalau melihat harga sekarang, memang belum bisa diterima,' lanjutnya.

Saat ini, pangsa pasar baterai nasional didominasi oleh teknologi lithium, khususnya lithium iron phosphate (LFP), yang memiliki rantai pasokan yang lebih stabil.

Keunggulan Baterai Sodium

Baterai sodium-ion dianggap sebagai alternatif yang menjanjikan di tengah meningkatnya harga dan keterbatasan pasokan lithium. Menggunakan natrium sebagai bahan dasar, teknologi ini tidak bergantung pada mineral langka dan lebih melimpah.

Berdasarkan laporan dari Gimozmochina, baterai sodium-ion juga menawarkan stabilitas kimia yang lebih baik dan risiko kebakaran yang lebih rendah, sehingga menjadikannya pilihan yang lebih aman.

Walaupun belum mampu menggantikan baterai lithium-ion, sejumlah pengujian menunjukkan hasil positif bagi teknologi ini. Misalnya, produsen baterai dari China, CATL, telah mulai melakukan pengujian baterai sodium untuk aplikasi di mobil penumpang.

Baca juga: Kerusuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Dampaknya di Kampus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Indonesia Memasuki Era Baterai Sodium untuk Kendaraan Listrik

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!