Hyundai Motors Indonesia Ajukan Proposal untuk Proyek Mobil Nasional
PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) mengajukan proposal untuk berkontribusi dalam proyek mobil nasional yang sedang dalam peninjauan pemerintah Indonesia.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas
Proposal tersebut mencakup mobil listrik 7-penumpang sebagai solusi dalam pengembangan kendaraan nasional di Indonesia.
Pemerintah Indonesia telah mengusulkan program mobil nasional yang ditetapkan sebagai proyek strategis nasional. Hal ini sejalan dengan visi Presiden RI Prabowo Subianto mengenai potensi produksi mobil buatan dalam negeri dalam tiga tahun ke depan.
Dalam konteks ini, proposal dari Hyundai Motors Indonesia termasuk spesifikasi yang diuraikan oleh Presiden Direktur HMID, Ju Hun Lee, yang menyatakan bahwa perusahaan sudah mengajukan diri dan menunggu respon dari pemerintah.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor Transfer
Hyundai menawarkan kendaraan listrik dengan kapasitas tujuh penumpang yang menggunakan baterai berbahan nikel. Lee mengemukakan bahwa pengembangan kendaraan ini memerlukan waktu yang cukup lama dan intensif.
Meskipun telah mengajukan proposal, Hyundai menyadari bahwa beberapa desain yang diminta oleh pemerintah tidak dapat dipenuhi. Lee menegaskan perlunya penyesuaian proposal berdasarkan kemampuan pengembangan yang ada.
Dalam komunikasi dengan wartawan, Lee menyampaikan bahwa pemerintah menginginkan Hyundai menyediakan dua desain berbeda: kendaraan militer dan mobil penumpang. Ia menegaskan bahwa Hyundai tidak dapat memenuhi permintaan untuk desain kendaraan militer.
Saat ini, proposal yang diajukan masih dalam tahap peninjauan oleh pemerintah, dan Hyundai sedang menunggu umpan balik untuk langkah selanjutnya dalam proyek mobil nasional ini.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo Karena Kondisi Jakarta
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: