Peningkatan Penjualan Mobil Polytron di Indonesia: Strategi dan Spesifikasi
Penjualan mobil Polytron di Indonesia menunjukkan peningkatan signifikan pada bulan Oktober 2025, mencapai 103 unit, dibandingkan dengan 29 unit pada bulan sebelumnya. Data tersebut disampaikan oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Polytron, yang dikenal sebagai produsen elektronik, mulai memasuki industri otomotif dengan peluncuran mobil listrik pertamanya pada Mei 2025. Sejak distribusi dimulai pada Juli 2025, perusahaan telah mengirimkan 150 unit mobil kepada konsumen di seluruh Indonesia.
Polytron melakukan transformasi besar dengan peluncuran mobil listrik sebagai bagian dari strategi diversifikasi produk. Mobil ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan pasar kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.
Untuk produksi mobil ini, Polytron bekerja sama dengan Skyworth K EV, yang memungkinkan perakitan lokal. Kerja sama ini bertujuan untuk menghasilkan produk yang lebih relevan bagi kebutuhan konsumen di Tanah Air.
Baca juga: Google Menanggapi Isu Keamanan Phishing pada Layanan Gmail
Peluncuran mobil listrik ini menjadi langkah penting bagi Polytron dalam mengukuhkan posisinya di pasar otomotif domestik, yang semakin kompetitif.
Mobil listrik Polytron dirancang dengan dimensi yang signifikan, memiliki panjang 4.720 mm, lebar 1.908 mm, dan tinggi 1.696 mm. Keuntungan lainnya adalah kapasitas bagasi yang mencapai 1.141 liter, dilengkapi dengan Electronic Tail Gate with Kick Sensor.
Dari segi performa, mobil ini dapat mencapai kecepatan maksimal 150 km/jam dengan akselerasi dari 0 hingga 100 km/jam dalam waktu 9,6 detik. Mobil ini ditenagai oleh baterai Lithium Ferro Phosphate (LFP) berkapasitas 51,916 kWh yang dapat mendukung jarak tempuh hingga 402 kilometer.
Polytron menawarkan dua opsi pembelian bagi konsumen, yaitu melalui sewa baterai atau membeli mobil beserta baterai. Untuk opsi berlangganan, harga Polytron G3 adalah Rp 299 juta, sedangkan Polytron G3+ seharga Rp 339 juta dengan biaya langganan sebesar Rp 1,2 juta.
Sementara itu, untuk pembelian langsung dengan baterai, harga Polytron G3 mencapai Rp 419 juta dan Polytron G3+ seharga Rp 459 juta. Dengan strategi harga yang kompetitif, Polytron berharap dapat menarik minat lebih banyak konsumen di pasar otomotif yang semakin kompetitif.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool di Bursa Transfer Musim Panas 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: