Latihan interval intensitas tinggi (HIIT) telah diakui sebagai metode yang efektif dalam pembakaran kalori secara efisien. Pendekatan ini menggabungkan periode latihan yang sangat intens dengan periode istirahat singkat.
Baca juga: Kemenperin Konfirmasi iPhone 17 Belum Ajukan Izin Penjualan di Indonesia
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa HIIT dapat meningkatkan metabolisme tubuh dan mengelola pembakaran kalori lebih baik dibandingkan dengan metode latihan tradisional.
Pengenalan Latihan HIIT
Latihan HIIT merupakan metode yang memadukan intensitas tinggi dan rendah dalam sesi latihan. Teknik ini bertujuan untuk meningkatkan detak jantung sekaligus mengaktifkan berbagai kelompok otot dalam waktu yang relatif singkat.
Berdasarkan penelitian, variasi latihan HIIT dapat dilakukan melalui berbagai format, seperti sprint, bersepeda, atau latihan dengan menggunakan berat badan tubuh. Keuntungan besar dari metode ini adalah waktu yang dibutuhkan untuk mencapai hasil yang signifikan tidaklah lama.
Manfaat Latihan HIIT
Salah satu manfaat utama dari latihan HIIT adalah peningkatan efektivitas dalam pembakaran kalori. Penelitian menunjukkan bahwa latihan ini dapat membakar hingga 30% lebih banyak kalori dalam kurun waktu 30 menit dibandingkan dengan metode latihan durasi yang lebih panjang.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Menuai Kritik
Selain itu, HIIT juga terbukti mampu meningkatkan kebugaran kardiovaskular. Dengan peningkatan kapasitas jantung dan paru-paru, individu yang rutin melakukan latihan ini dapat merasa lebih energik dalam aktivitas sehari-hari.
Dari sisi pemulihan, HIIT dapat mempercepat proses regenerasi otot karena beberapa gerakan dalam program ini merangsang pertumbuhan otot. Ini menjadikannya pilihan tepat bagi mereka yang berfokus pada peningkatan massa otot.
Panduan Memulai Latihan HIIT
Memulai latihan HIIT tidak memerlukan peralatan yang kompleks. Sesi latihan ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan berat badan tubuh melalui gerakan seperti push-up, squat, dan jumping jacks.
Sebelum memulai sesi HIIT, sangat dianjurkan untuk melakukan pemanasan. Aktivitas pemanasan bertujuan untuk meningkatkan aliran darah serta mengurangi risiko cedera selama latihan yang bersifat intens.
Bagi pemula, disarankan untuk memulai dengan durasi 20 detik untuk latihan intens diikuti dengan 40 detik istirahat. Seiring dengan perkembangan, rasio ini dapat disesuaikan menjadi 30 detik latihan dan 30 detik istirahat.
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Pemblokiran Jalan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: