Membedah Konsep Shio dalam Tradisi Tionghoa dan Metodologi Perhitungannya
Shio merupakan sistem zodiac yang telah ada selama ribuan tahun dalam kebudayaan Tionghoa, di mana setiap tahun diwakili oleh satu hewan tertentu. Praktik ini diyakini oleh banyak orang berpengaruh terhadap nasib dan karakter seseorang.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Kehadiran tradisi ini masih sangat kental, terutama di antara masyarakat Tionghoa di Indonesia, yang terus melestarikannya hingga kini. Selain itu, terdapat cara yang sederhana untuk menghitung shio sesuai dengan tahun kelahiran masing-masing individu.
Shio berasal dari istilah Mandarin 'Shēngxià', yang berarti 'kelewatan'. Dalam siklus 12 tahun, setiap tahun diwakili oleh hewan yang berbeda, mulai dari Tikus hingga Babi.
Pengikut tradisi ini meyakini bahwa sifat dan kepribadian seseorang dipengaruhi oleh hewan shio yang menguasai tahun kelahiran mereka. Misalnya, individu yang lahir di tahun Macan dianggap memiliki sifat berani dan penuh semangat.
Baca juga: Kasus Tragis Pengemudi Ojek Online Terlibat Oknum Anggota Brimob Menuju Jalur Pidana
Sistem shio pertama kali muncul pada zaman Dinasti Zhou dan sarat dengan nilai simbolis. Setiap hewan dalam shio mencerminkan karakteristik yang dianalogikan berdasarkan sifat hewan tersebut.
Shio sering digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk menentukan waktu pernikahan atau merencanakan acara penting. Banyak orang melakukan pencarian informasi mengenai shio mereka untuk memahami lebih dalam aspek-aspek kehidupan yang cocok dengan sifat pribadi mereka.
Menghitung shio dapat dilakukan dengan cara yang relatif mudah. Pertama, seseorang perlu mengetahui tahun kelahirannya, kemudian membagi tahun tersebut dengan 12.
Sebagai contoh, jika seseorang lahir pada tahun 1992, mereka dapat membagi tahun tersebut dengan 12 dan mendapatkan sisa 8. Sisa ini terkait dengan shio Monyet, yang menunjukkan karakteristik tertentu menurut sifat hewan tersebut.
Baca juga: Lima Kota Terbaik di Indonesia untuk Liburan Sendirian
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: