Kategori Berita
Senin, 05 JANUARI 2026 • 17:36 WIB

Mengungkap Hubungan Antara Kelelahan dan Kecenderungan Mengonsumsi Makanan Manis

Mengungkap Hubungan Antara Kelelahan dan Kecenderungan Mengonsumsi Makanan ManisMengungkap Hubungan Antara Kelelahan dan Kecenderungan Mengonsumsi Makanan Manis

Fenomena keinginan untuk mengonsumsi makanan manis saat merasa lelah tidaklah sekadar kebiasaan, melainkan ditopang oleh alasan ilmiah yang mendalam.

Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens dari Royal Antwerp

Dari perspektif energi dan psikologis, makanan manis menawarkan solusi instan dalam menghadapi rasa lelah yang melanda.

Peran Gula dalam Energi Tubuh

Gula merupakan salah satu sumber energi yang paling efektif dan cepat diserap oleh tubuh. Ketika makanan manis dikonsumsi, glukosa langsung memasuki aliran darah, memberikan dorongan energi jangka pendek.

Hal ini sangat krusial pada saat tubuh mengalami kelelahan, terutama setelah melakukan aktivitas fisik yang intens. Gula berfungsi untuk memulihkan kinerja otak dan otot, yang sangat diperlukan dalam situasi tersebut.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool di Bursa Transfer Musim Panas 2025

Efek Psikologis Makanan Manis

Di samping memberi energi, makanan manis juga berpengaruh terhadap kondisi psikologis seseorang. Ketika keadaan stres dan lelah melanda, mengonsumsi makanan manis dapat memberikan perasaan nyaman dengan merangsang produksi hormon serotonin.

Serotonin, yang dikenal sebagai hormon bahagia, berkontribusi pada perasaan senang dan ketenangan. Inilah alasan mengapa banyak orang memandang makanan manis sebagai 'comfort food' yang bermanfaat untuk menghibur diri saat dalam kondisi lelah.

Implikasi Kesehatan dari Kebiasaan Ini

Meskipun menggiurkan, kebiasaan mengonsumsi gula ketika merasa lelah membawa sejumlah risiko kesehatan. Asupan gula berlebihan dapat memicu lonjakan energi yang biasanya diikuti dengan penurunan energi yang tajam, kerap disebut sebagai 'sugar crash'.

Lebih jauh lagi, ketergantungan pada makanan manis untuk mengatasi kelelahan dapat meningkatkan risiko penyakit seperti diabetes dan obesitas. Oleh karena itu, penting untuk mengawasi pola makan dan mencari pilihan alternatif yang lebih sehat.

Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille, Klub Penuh Prestasi di Prancis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Mengungkap Hubungan Antara Kelelahan dan Kecenderungan Mengonsumsi Makanan Manis

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!