Penjelasan Terkait Suara Keroncongan Perut
Suara keroncongan atau 'borborygmi' seringkali terdengar saat perut dalam keadaan lapar, menggambarkan aktivitas sistem pencernaan yang sedang berlangsung.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Menuai Kritik
Fenomena ini menunjukkan bahwa tubuh mempersiapkan diri untuk menerima makanan, meskipun belum ada asupan yang dilakukan.
Suara keroncongan dihasilkan oleh gerakan usus yang terjadi saat mencerna makanan. Ketika perut dalam keadaan kosong, gas dan cairan di dalam usus bergerak, menghasilkan bunyi tersebut.
Proses keroncongan ini juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti jenis makanan yang telah dikonsumsi dan durasi waktu kita tidak makan.
Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Produksi hormon grelin saat perut lapar berperan penting dalam aktivitas usus. Hormon ini memberi sinyal kepada otak untuk makan dan merangsang kontraksi dinding perut.
Semakin tinggi kadar hormon ini, semakin aktif usus bekerja dan semakin banyak suara keroncongan yang dihasilkan, menandakan persiapan tubuh untuk mencerna makanan.
Suara keroncongan paling sering terdengar setelah kita melewatkan waktu makan yang lama, seperti sarapan atau saat menjalani puasa. Hal ini merupakan sinyal bahwa tubuh ingin mendapatkan asupan makanan.
Selain saat lapar, keroncongan juga dapat muncul setelah konsumsi makanan berat ketika sistem pencernaan mulai bekerja lebih keras. Aspect lainnya, kondisi emosional seperti stres dapat berkontribusi pada peningkatan aktivitas usus.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Insiden Perampokan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: