Athleisure Office Look: Tren Mode yang Menggabungkan Kenyamanan dan Profesionalisme di Tempat Kerja
Athleisure office look kini menjadi tren mode yang menggabungkan kenyamanan olahraga dengan kesan profesional di lingkungan kerja. Konsep ini memudahkan individu untuk tampil stylish sekaligus nyaman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Baca juga: Google Menanggapi Isu Keamanan Phishing pada Layanan Gmail
Penerimaan luas terhadap pakaian athleisure di kantor mencerminkan perubahan norma berpakaian yang semakin inklusif. Hal ini menarik minat berbagai kalangan, mulai dari pekerja kantoran hingga perusahaan startup.
Athleisure muncul sebagai tren dalam mode dalam beberapa tahun terakhir, di mana pakaian yang awalnya dirancang untuk olahraga kini diaplikasikan dalam kegiatan sehari-hari. Di Indonesia, perubahan ini mulai terlihat jelas, khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta dan Bandung.
Banyak perusahaan saat ini mengizinkan karyawannya memakai busana yang lebih santai, sambil tetap memperhatikan penampilan yang profesional. Kebijakan ini merupakan respons terhadap kebutuhan generasi muda yang semakin mengutamakan kenyamanan dalam berpakaian.
Seiring berjalannya waktu, athleisure tak hanya menjadi pilihan untuk aktivitas lapangan, tetapi juga merambah ke lingkungan kerja. Ini berdampak pada penerapan kebijakan baru di beberapa kantor terkait dress code yang lebih fleksibel.
Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran BEM SI: ‘Indonesia (C)emas’ Digelar pada 2 September 2025
Dalam menciptakan athleisure office look, pemilihan pakaian yang nyaman sekaligus memiliki kesan formal sangatlah penting. Beberapa item yang banyak dipilih antara lain blazer sporty, celana jogger, dan sepatu sneakers.
Penggabungan antara pakaian olahraga dan elemen profesional harus dilakukan secara hati-hati agar tetap terlihat rapi. Contohnya, mencocokkan celana jogger dengan kemeja berkualitas serta blazer sederhana.
Pemilihan warna dan bahan menjadi faktor penentu dalam menciptakan penampilan yang profesional. Pilihan warna netral atau pastel dapat memberikan kesan yang lebih formal, sedangkan bahan breathable mendukung kenyamanan sepanjang hari.
Dengan semakin berkembangnya tren athleisure, norma etika berpakaian di tempat kerja juga mengalami transformasi. Ini menunjukkan pergeseran dalam norma tradisional yang mengatur cara berpakaian di kantor.
Organisasi yang mendukung penggunaan athleisure cenderung menciptakan atmosfer kerja yang lebih santai dan inklusif. Hal ini dianggap dapat meningkatkan produktivitas serta kebahagiaan karyawan.
Meskipun demikian, penting untuk dicatat bahwa tidak semua jenis athleisure sesuai untuk setiap jenis pekerjaan. Karyawan diharapkan memilih pakaian yang mencerminkan peran dan tanggung jawab mereka.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille, Klub Penuh Prestasi di Prancis
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: