KAMI INDONESIA – Presiden Prabowo Subianto melontarkan candaan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam video conference peresmian pengoperasian pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP). Canda tersebut muncul di tengah suasana serius ketika Prabowo meresmikan proyek pembangkit listrik di wilayah Indonesia, termasuk di Bondowoso, Jawa Timur.
Kehadiran Bupati Mappi, Kristosimus Yohanis Agawemu, dalam dialog tersebut menambah nuansa interaksi yang hangat, menunjukkan hubungan antar penguasa setempat dan pusat dalam konteks pembangunan infrastruktur kelistrikan di Papua.
Momen canda antara Prabowo dan Bahlil terjadi di sela-sela video conference yang menghubungkan mereka dengan Bupati Mappi. Dalam acara tersebut, Prabowo memperkenalkan proyek pembangkit listrik, termasuk PLTP Blawan Ijen Unit 1 dan pembangkit listrik tenaga surya di 15 provinsi.
Bahlil memberikan pujian kepada Kristosimus, menggambarkan kecakapan komunikasi bupati tersebut. “Pak Bupati ini mungkin salah satu bupati yang pintar di Papua. Kau hebat sekali, bagus juga,” ungkap Bahlil, menunjukkan kekaguman terhadap Bupati Mappi.
Prabowo pun menyambung dengan menyatakan bahwa Bahlil berasal dari Papua dan menegaskan keberuntungannya bisa menjabat sebagai menteri. “Nasib kau baik jadi menteri,” canda Prabowo, disambut tawa yang mencairkan suasana.
Mendengarkan candaan Prabowo, Bahlil pun merespons dengan senyuman. Dia mengatakan, “Nasib agak baik karena menteri ESDM. Kalau menteri yang lain parah juga kelihatannya,” menciptakan suasana akrab di tengah formalitas.
Perbincangan ini memperlihatkan sisi manusiawi dari para pemimpin, di mana mereka dapat berbagi tawa sambil tetap berdedikasi pada tugas dan amanah yang diemban. Keduanya menunjukkan profesionalisme dalam menghadapi tantangan pembangunan yang ada.
Melalui interaksi tersebut, masyarakat dapat melihat lebih dekat hubungan antar pemimpin dan cara mereka saling mendukung dalam pemerintahan.
Kristosimus Yohanis Agawemu, dalam dialog tersebut, memberikan perhatian pada kondisi kelistrikan di Papua. Ia mengungkapkan bahwa dari 162 kampung di kabupatenya, masih ada 67 yang belum mendapatkan aliran listrik.
“Kami masih kekurangan di sekitar 67 kampung yang belum terlistriki,” imbuhnya, menunjukkan tantangan yang masih dihadapi dalam pengembangan infrastruktur di wilayah tersebut.
Hal ini menandakan perlunya perhatian lebih dari pemerintah pusat untuk mengatasi masalah kelistrikan di daerah-daerah terpencil, termasuk Papua yang masih banyak terbentang tantangan infrastrukturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: