KAMI INDONESIA – Jajanan pasar merupakan bagian tak terpisahkan dari budaya kuliner Indonesia, terlebih lagi saat sarapan. Rasa yang bervariasi dan cita rasa yang khas menjadikan jajanan pasar sebagai pilihan ideal untuk memulai hari.
Dari yang manis hingga yang gurih, terdapat sepuluh jajanan pasar yang tidak hanya lezat tetapi juga praktis dikonsumsi di pagi hari. Selain memberikan energi, jajanan ini juga mampu memanjakan selera.
Lepet adalah jajanan yang terbuat dari ketan yang dibungkus daun pisang. Rasanya yang manis dan kenyal membuatnya sempurna untuk sarapan.
Lepet biasanya diisi dengan gula merah yang meleleh saat dipanaskan, menciptakan rasa yang sangat menggugah selera.
Kue cubir adalah kue basah yang empuk, seringkali berwarna-warni. Dikenal juga sebagai kue lempeng, kue ini banyak dijual di pasar tradisional.
Rasanya yang manis dan teksturnya yang lembut membuat kue cubir menjadi pilihan populer di pagi hari.
Roti bakar ini bisa ditemukan dengan berbagai variasi isi, mulai dari selai hingga coklat. Dikenal sebagai sarapan simpel yang disukai banyak orang.
Roti yang dipanggang sempurna akan memberikan rasa renyah di luar dan lembut di dalam.
Serabi adalah kue tradisional dari tepung beras yang dimasak di atas wajan datar. Kue ini biasanya disajikan dengan kuah kinca yang manis.
Teksturnya yang kenyal dan rasanya yang manis membuat serabi menjadi favorit banyak orang, terutama di pagi hari.
Onde-onde terkenal dengan isian pasta kacang hijau dan taburan biji wijen di luarnya. Jajanan ini memiliki tekstur yang kenyal dan crunchy.
Biasanya dikukus atau digoreng, onde-onde cocok jadi sarapan praktis, apalagi dengan secangkir teh hangat.
Kue lapis terbuat dari campuran tepung beras dan santan, dengan lapisan beragam warna. Rasa gurih manis yang dihasilkan sangat memanjakan lidah.
Kue ini sering menjadi pilihan sarapan karena bisa dinikmati dalam potongan kecil-kecil, membuatnya mudah untuk disantap.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: