Apple tengah mempersiapkan peluncuran MacBook Neo, sebuah laptop entry-level terbaru yang ditujukan bagi konsumen yang mencari perangkat berkualitas dengan harga terjangkau.
Baca juga: Kasus Tragis Pengemudi Ojek Online Terlibat Oknum Anggota Brimob Menuju Jalur Pidana
Model ini akan memanfaatkan chip A-series dari iPhone, menggantikan prosesor M, sehingga menandai strategi baru dalam lini produk laptop mereka.
Inovasi dalam Penamaan dan Strategi Branding
Nama MacBook Neo pertama kali muncul dalam dokumen regulasi Uni Eropa dan menarik perhatian para pengamat industri teknologi. Penamaan ini diyakini mencerminkan inovasi dalam strategi branding Apple, terutama setelah peluncuran aksesori seperti Apple Watch Hermès Néo Tricot band.
Tidak adanya embel-embel 'Air' atau 'Pro' pada nama MacBook Neo mengingatkan pada lini MacBook klasik yang dihentikan pada 2019. Hal ini menunjukkan bahwa Apple ingin kembali memfokuskan pemasaran pada lini produk yang lebih sederhana dan terjangkau.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual Berbasis Kecerdasan Buatan
Spesifikasi dan Kemampuan MacBook Neo
Berdasarkan bocoran informasi, MacBook Neo kemungkinan akan dilengkapi dengan chip A18 Pro yang sebanding dengan iPhone 16 Pro. Meskipun tidak sekuat prosesor M, chip ini cukup untuk mendukung kebutuhan sehari-hari seperti browsing dan pekerjaan kantor.
Laptop ini direncanakan memiliki layar 12,9 inci Liquid Retina dengan desain layar penuh tanpa notch. Opsi refresh rate hingga 120 Hz juga mungkin tersedia untuk varian tertentu, berharap dapat menarik minat pengguna muda dengan desain yang menarik.
Harga dan Waktu Peluncuran yang Diperkirakan
MacBook Neo diperkirakan akan diposisikan di bawah MacBook Air, dengan rentang harga antara USD 599 hingga USD 799. Dalam konversi ke rupiah, harga ini berkisar Rp 9 juta hingga Rp 12 juta, menawarkan alternatif kompetitif di pasar laptop entry-level.
Penggunaan chip iPhone diharapkan dapat mengurangi biaya produksi, memungkinkan Apple untuk memasuki pasar laptop terjangkau tanpa meninggalkan ekosistemnya. Acara peluncuran direncanakan berlangsung pada 4 Maret 2026 di beberapa kota besar seperti New York, London, dan Shanghai.
Baca juga: Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Ditangkap: Tuduhan Provokasi dan Tindakan Anarkis
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: