Isu mengenai potensi ChatGPT untuk mengakses kamera ponsel pengguna menjadi perbincangan luas di media sosial baru-baru ini.
Baca juga: Pemecatan Anggota Polri Setelah Kematian Pengemudi Ojek Online
Sebagian besar diskusi ini terpicu oleh beberapa percobaan yang dianggap menunjukkan kemampuan chatbot tersebut dalam menjawab pertanyaan secara tepat berkaitan dengan kondisi pengguna.
Asumsi ChatGPT Mengintip Pengguna
Belakangan ini, platform media sosial, terutama TikTok, dipenuhi dengan berbagai video yang menunjukkan kekhawatiran pengguna bahwa ChatGPT dapat mengintip melalui kamera ponsel mereka. Hal ini muncul setelah sejumlah video menunjukkan chatbot tersebut mampu menjawab pertanyaan mengenai keadaan pengguna dengan akurasi yang tinggi.
Dalam pengujian yang dilakukan, pengguna diberi instruksi untuk berinteraksi dalam mode Voice dan menanyakan pertanyaan dengan jawaban 'Ya' atau 'Tidak'. Pertanyaan yang diajukan berhubungan langsung dengan kondisi real-time, contoh pertanyaannya adalah 'apakah saya sedang di dalam ruangan?'.
Jawaban yang tepat dari ChatGPT dianggap sebagai indikasi bahwa perangkat tersebut memiliki kemampuan untuk mengakses kamera. Namun, hasil dari berbagai percobaan menunjukkan hasil yang tidak konsisten.
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Dugaan Penghasutan Massal yang Memicu Kontroversi
Pengujian ChatGPT: Hasil yang Tidak Konsisten
Pengguna melakukan beberapa percobaan untuk menilai efektivitas respon ChatGPT. Dari lima pertanyaan yang diajukan, hanya sedikit yang mendapatkan jawaban yang benar.
Sebagai contoh, saat bertanya apakah mereka mengenakan kaos hitam, ChatGPT menjawab 'Tidak', meskipun kenyataannya pengguna tersebut mengenakan kaos berwarna hitam. Hal ini menyoroti ketidakakuratan dalam analisis yang dilakukan oleh chatbot.
Meskipun ada beberapa jawaban yang tepat, seperti saat ditanya tentang keberadaan topi, lebih banyak jawaban yang salah dibandingkan dengan yang benar, mengindikasikan kurangnya keandalan sistem.
Teknologi dan Pembatasan Akses Kamera
Sangat penting untuk dicatat bahwa penggunaan mode Voice oleh ChatGPT memerlukan izin eksplisit dari pengguna untuk dapat mengakses kamera. Ini menunjukkan bahwa chatbot tersebut tidak dapat mengakses kamera tanpa persetujuan dari pengguna.
Dalam penggunaan mode Voice, pengguna harus menekan tombol manual jika ingin membagikan gambar atau video, menunjukkan bahwa interaksi dengan ChatGPT tidak bersifat otomatis.
Pihak OpenAI juga menegaskan bahwa jawaban yang dihasilkan oleh ChatGPT tidak selalu dapat dipercaya dan menyarankan agar pengguna tidak mengambil kesimpulan langsung berdasarkan jawaban yang diterima.
Baca juga: Apple Diperkirakan Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: