Microsoft mengeluarkan pembaruan keamanan pada Windows 11 pada 13 Januari 2026, namun hanya berselang empat hari, mereka terpaksa merilis pembaruan darurat akibat sejumlah bug yang terdeteksi.
Baca juga: Kemenperin Konfirmasi iPhone 17 Belum Ajukan Izin Penjualan di Indonesia
Salah satu masalah paling signifikan adalah ketidakmampuan sistem untuk dimatikan atau masuk ke mode hibernasi, memicu perangkat untuk melakukan restart otomatis ketika opsi shutdown dipilih.
Masalah yang Ditemui Setelah Pembaruan
Setelah pengguna menginstal pembaruan KB5073455 untuk Windows 11 versi 23H2, banyak yang melaporkan masalah dimana perangkat tidak bisa dimatikan melainkan melakukan restart otomatis.
Masalah ini juga diperhatikan pada pembaruan KB5074109 untuk Windows 11 versi 24H2 dan 25H2, dimana dampak yang dirasakan para pengguna bervariasi.
Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam: Pertimbangan Penting untuk Pelari
Pernyataan Resmi dari Microsoft
Microsoft telah mengonfirmasi bahwa masalah ini terjadi pada perangkat yang mendukung fitur Secure Launch, bagian dari teknologi Virtualization-Based Security (VBS).
Fitur Secure Launch berfungsi untuk menjaga integritas sistem dengan memanfaatkan Dynamic Root of Trust for Measurement (DRTM) yang mencegah kode berbahaya dalam proses booting.
Solusi Sementara dan Rekomendasi Pengguna
Meski Microsoft belum memberikan solusi sementara untuk masalah hibernasi ini, mereka menyarankan pengguna untuk mematikan PC secara manual menggunakan Command Prompt dengan perintah 'shutdown /s /t 0'.
Sambil menunggu perbaikan permanen, pengguna diingatkan untuk menyimpan pekerjaan dan mencadangkan data penting, terutama bagi pengguna laptop yang menjadi target masalah ini.
Baca juga: Pemeriksaan Eks Menteri Agama oleh KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: