Sabtu, 10 JANUARI 2026 • 21:20 WIB

Prediksi Elon Musk: China Berpotensi Dominasi Kecerdasan Buatan Global

Author

Prediksi Elon Musk: China Berpotensi Dominasi Kecerdasan Buatan Global

Elon Musk mengisyaratkan bahwa China mungkin akan melampaui negara lain dalam penguasaan teknologi kecerdasan buatan (AI). Ia menekankan pentingnya infrastruktur kelistrikan dan pengembangan chip yang mendukung ambisi ini.

Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Tetap Melanjutkan Perjalanan ke China

Dalam sebuah wawancara podcast, Musk menyatakan bahwa jika tren saat ini berlanjut, China akan memimpin perlombaan AI global, membuat Amerika Serikat tertinggal semakin jauh di belakang.

Keunggulan Infrastruktur Energi China

Musk mengungkapkan bahwa kapasitas pembangkitan listrik di China diperkirakan akan mencapai tiga kali lipat dari output listrik Amerika Serikat pada tahun 2026. Hal ini menciptakan keuntungan signifikan bagi China dalam menyediakan daya yang dibutuhkan oleh pusat data AI.

Ia menjelaskan bahwa pembangkitan listrik yang melimpah akan memungkinkan pengembangan kapasitas komputasi AI yang lebih besar. Di sisi lain, berbagai proyek AI di AS menghadapi kendala karena terbatasnya pasokan listrik.

Zhou Mi, seorang peneliti senior dari Chinese Academy of International Trade and Economic Cooperation, sejalan dengan pandangan Musk, menekankan bahwa infrastruktur listrik dan kapasitas penyediaannya adalah aspek penting yang memfasilitasi pertumbuhan komputasi di China.

Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Campuran Pertama dari Indonesia di Major League Soccer

Perlombaan Teknologi Tinggi antara AS dan China

Ketegangan antara Amerika Serikat dan China dalam pengembangan teknologi tinggi semakin meningkat, terutama berkaitan dengan akses terhadap semikonduktor. AS berupaya membatasi perdagangan dalam sektor ini sebagai upaya untuk menghambat perkembangan teknologi Cina.

Musk berpendapat bahwa langkah-langkah tersebut tidak akan cukup signifikan dalam jangka panjang. Ia menegaskan bahwa 'China akan menemukan solusi soal chip tersebut', menunjukkan keyakinan pada inovasi domestik mereka.

Sebuah riset dari Morgan Stanley menyebutkan bahwa ketergantungan China pada chip GPU AI meningkat dari kurang dari 10 persen pada tahun 2020 menjadi 34 persen pada tahun 2024, dan diperkirakan mencapai 82 persen pada tahun 2027.

Rencana Ambisius China dalam AI

China memiliki rencana ambisius untuk mencapai kemandirian dalam pasokan teknologi inti AI, dengan target pencapaian tersebut pada tahun 2027. Rencana ini mencakup integrasi AI dalam berbagai sektor, seperti industri manufaktur.

Dengan fokus pada inovasi teknologi, China berupaya membangun ekosistem yang mendukung pengembangan AI dan memperkuat industri terkait. Ini merupakan langkah strategis untuk memastikan pertumbuhan berkelanjutan di sektor teknologi.

Pengembangan chip domestik merupakan langkah kunci dalam strategi jangka panjang China agar memiliki akses yang lebih baik terhadap teknologi yang diperlukan untuk mendukung kemampuan AI.

Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Terima Pimpinan Serikat Pekerja Bahas RUU dan Aksi Demonstrasi Buruh

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU