Samsung Electronics telah mengumumkan visi baru yang bertajuk 'Pendamping Kehidupan Berbasis AI' dalam acara Samsung First Look di CES 2026 yang berlangsung di Wynn Las Vegas.
Baca juga: Penghentian Tunjangan Perumahan Anggota DPR: Tanggapan dan Komitmen Reformasi
Perusahaan berfokus pada peran kecerdasan buatan (AI) sebagai inti pengembangan produk dan pengalaman pengguna di seluruh perangkatnya.
Inovasi dalam Pengalaman Hiburan
Dalam presentasi mengenai display, Samsung memperkenalkan TV Micro RGB 130 inci yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam kualitas gambar dan spektrum warna.
SW Yong, Presiden dan Kepala Bisnis Visual Display, menjelaskan bahwa teknologi display Samsung bertransformasi menjadi pendamping hiburan berbasis AI.
Dikenalkan juga Vision AI Companion (VAC) yang memberi rekomendasi tontonan dan musik berdasarkan konteks, termasuk fitur personalisasi seperti AI Soccer Mode Pro.
Baca juga: Polisi Lakukan Penyelidikan Kasus Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni
Ekosistem Audio dan Proyeksi Terkini
Pada lini produk audio, Samsung meluncurkan speaker WiFi Music Studio 5 dan Music Studio 7, yang dirancang oleh desainer Erwan Bouroullec.
Perusahaan juga memperkenalkan TV OLED ultra-tipis S95H dan proyektor portable The Freestyle+, yang terintegrasi dengan Vision AI Companion.
Seluruh jajaran TV 2026 kini telah mendukung HDR10+ ADVANCED serta sistem audio spasial terbaru yang meningkatkan pengalaman audiovisual.
Inovasi dalam Peralatan Rumah Tangga dan Kesehatan
Samsung mempersembahkan visi Home Companion di sektor peralatan rumah tangga, termasuk kulkas Family Hub yang menggunakan teknologi AI Vision untuk mempermudah perencanaan menu.
Cheolgi Kim, Wakil Presiden Eksekutif, mengungkapkan bahwa SmartThings telah melayani lebih dari 430 juta pengguna di seluruh dunia.
Di bidang kesehatan, Samsung memperkenalkan Care Companion yang memanfaatkan AI untuk memberikan panduan kesehatan secara proaktif dan memastikan keamanan data dengan teknologi Samsung Knox.
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Dugaan Penghasutan Massal yang Memicu Kontroversi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: