Banyak pengguna smartphone keliru dalam mencari metode yang tepat untuk membersihkan layar perangkat mereka. Kesalahan tersebut tidak hanya berdampak pada kebersihan, tetapi juga dapat memengaruhi performa dan umur layar itu sendiri.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia untuk Memperkuat Timnas
Kesalahan Umum dalam Memilih Bahan Pembersih
Salah satu kesalahan besar yang sering dilakukan adalah pemilihan bahan pembersih yang tidak sesuai. Misalnya, penggunaan alkohol atau cairan pembersih rumah tangga dapat merusak lapisan anti-glare pada layar smartphone.
Selain itu, penggunaan kain kasar atau bahan berbulu dapat menyebabkan goresan pada layar. Kain microfiber dianggap sebagai pilihan terbaik karena lembut dan tidak meninggalkan bekas.
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Dugaan Penghasutan Massal yang Memicu Kontroversi
Teknik Pembersihan yang Kurang Tepat
Teknik pembersihan yang digunakan juga tidak kalah penting. Menggosok layar dengan tekanan yang terlalu keras dapat merusak lapisan pelindung dan memindahkan kotoran ke area lain.
Pengguna sering kali tidak menyadari bahwa cara yang benar adalah dengan melakukan gerakan melingkar yang lembut, yang membantu mengangkat kotoran tanpa merusak layar.
Kesadaran Akan Kebersihan dan Perawatan
Banyak pengguna smartphone belum sepenuhnya menyadari pentingnya kebersihan layar ponsel mereka. Penelitian menunjukkan bahwa layar perangkat yang bersih dapat mengurangi risiko paparan terhadap kuman dan virus.
Salah satu langkah sederhana namun efektif adalah mencuci tangan sebelum memegang ponsel, untuk mencegah transfer kuman ke layar.
Baca juga: Pihak Unisba dan Unpas Bantah Keterlibatan TNI-Polri di Kampus Saat Kericuhan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: