Senin, 08 DESEMBER 2025 • 15:05 WIB

Kenaikan Harga RAM: Dampak dan Respon dari Produsen di Indonesia

Author

Kenaikan Harga RAM: Dampak dan Respon dari Produsen di Indonesia

Kenaikan harga RAM yang signifikan telah menimbulkan perhatian besar di kalangan konsumen yang berencana membeli laptop atau merakit PC baru.

Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens dari Royal Antwerp

Produsen terkemuka seperti Lenovo, HP, dan Dell sedang mempertimbangkan penyesuaian harga perangkat mereka sebagai dampak dari fenomena ini.

Kenaikan Harga RAM dan Dampaknya

Dalam beberapa bulan terakhir, harga RAM telah mengalami lonjakan drastis, yang berdampak pada minat konsumen untuk membeli perangkat baru. Laporan menunjukkan bahwa penjualan motherboard PC mengalami penurunan dengan lebih dari 50%.

Lenovo telah mengeluarkan pemberitahuan kepada toko ritel mengenai kemungkinan kenaikan harga perangkat pada tahun depan. Akibatnya, konsumen diharapkan bersiap untuk membayar lebih untuk perangkat baru yang mereka inginkan.

Analisis juga menunjukkan bahwa tren ini dipicu oleh meningkatnya permintaan akan RAM besar yang diperlukan untuk mendukung kemampuan aplikasi AI. Laptop modern saat ini membutuhkan setidaknya 16GB RAM untuk dapat beroperasi secara optimal.

Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil

Reaksi Produsen Terhadap Krisis

CEO HP, Enrique Lores, menyatakan bahwa RAM menyumbang sekitar 15-20% dari total biaya perangkat PC. Kenaikan ini merupakan tantangan bagi produsen yang berupaya menjaga kepuasan pelanggan di tengah peningkatan biaya material.

Sumber yang tidak disebutkan dari TrendForce mengindikasikan bahwa Dell berencana menaikkan harga produk mereka pada pertengahan Desember, dengan perkiraan kenaikan 15-20%.

"Sama seperti perusahaan lain di industri ini, Dell mengambil kebijakan penetapan harga yang terarah, bila diperlukan, dengan tetap menjaga keberlanjutan pasokan dan komitmennya terhadap pelanggan," ujar juru bicara Dell.

Prioritas Produksi Semikonduktor

Kenaikan harga RAM juga disebabkan oleh kelangkaan komponen semikonduktor, khususnya DRAM dan NAND yang digunakan untuk penyimpanan flash. Raksasa semikonduktor seperti Samsung dan SK Hynix lebih memprioritaskan produksi high bandwidth memory (HBM) yang diperuntukkan bagi pusat data AI.

Perubahan fokus produksi ini didorong oleh tingginya margin keuntungan dari memori yang ditujukan untuk aplikasi AI, membuat produsen meninggalkan produk konsumen. Micron, salah satu produsen memori terbesar, bahkan telah menghentikan penjualan RAM melalui merek Crucial untuk memprioritaskan pasokan ke pusat data.

Baca juga: Mengenal Finfluencer dan Peranannya dalam Pendidikan Keuangan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU