Senin, 27 OKTOBER 2025 • 11:35 WIB

Dampak Penggunaan Kecerdasan Buatan Terhadap Jam Kerja Karyawan

Author

Dampak Penggunaan Kecerdasan Buatan Terhadap Jam Kerja Karyawan

Studi terbaru menunjukkan bahwa penggunaan kecerdasan buatan (AI), seperti ChatGPT, berpotensi meningkatkan jam kerja karyawan dan mengurangi waktu luang mereka.

Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Penelitian ini mengungkapkan bahwa meskipun produktivitas meningkat, para pekerja justru merasakan dampak negatif dari kehadiran teknologi ini.

Pengaruh AI Terhadap Jam Kerja

Penelitian ini dipimpin oleh Wei Jiang, profesor keuangan di Emory University, yang awalnya berharap AI dapat meringankan beban kerjanya.

Ia menyatakan, "Ketika ChatGPT hadir, kami semua terpesona oleh betapa hebatnya, betapa banyaknya pekerjaan yang dilakukannya," namun seiring berjalannya waktu, ia justru menemukan dirinya bekerja lebih lama dari sebelumnya.

Hal ini juga dikonfirmasi oleh kolega-koleganya yang merasakan dampak serupa. Jiang menuturkan, "Jadi saya bertanya kepada beberapa teman, dan semuanya berkata hal yang sama, yakni 'Hei, kami ternyata bekerja lebih lama.'"

Riset melalui Survei Waktu Kerja

Tim peneliti melakukan analisis data dari American Time Use Survey (ATUS) yang mencatat bagaimana orang Amerika membagi waktu mereka antara bekerja dan bersantai.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor Transfer

Survei ini, yang dilakukan oleh Biro Statistik Tenaga Kerja AS, telah berlangsung sejak tahun 2004 hingga 2023.

Hasil analisis menunjukkan bahwa karyawan yang banyak terpapar teknologi AI mengalami peningkatan jam kerja hingga 3,15 jam per minggu, selama waktu luang mereka berkurang sebanyak 3,20 jam per minggu.

"Pekerja di pekerjaan dengan paparan AI generatif yang lebih tinggi mengalami peningkatan jam kerja yang signifikan dan penurunan waktu luang," rinci riset tersebut.

Dampak terhadap Produktivitas dan Kepuasan Kerja

Dalam penemuan tersebut, Jiang dan tim menegaskan bahwa meskipun AI dapat meningkatkan produktivitas, manfaat tersebut tidak sepenuhnya dirasakan oleh para karyawan.

Ada tiga pihak yang disebutkan dalam penelitian ini yang diuntungkan oleh inovasi teknologi, yaitu organisasi, pemegang saham, dan konsumen, sementara karyawan cenderung memiliki daya tawar yang lebih rendah.

"Saya pikir secara umum orang cenderung setuju bahwa teknologi AI tampaknya memberikan keuntungan terbesar bagi konsumen dan perusahaan," terang Jiang.

Lebih lanjut, penelitian menunjukkan bahwa meskipun pekerja dapat menerima upah yang lebih tinggi, tingkat kepuasan kerja mereka cenderung menurun.

Baca juga: Mengenal Finfluencer dan Peranannya dalam Pendidikan Keuangan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU