Jumat, 03 OKTOBER 2025 • 16:25 WIB

Dampak Teknologi AR dan VR dalam Kehidupan Sehari-hari di Indonesia

Author

Dampak Teknologi AR dan VR dalam Kehidupan Sehari-hari di Indonesia

Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) telah mengubah cara masyarakat Indonesia menjalani kehidupan sehari-hari. Teknologi ini merambah ke berbagai aspek seperti pendidikan, pekerjaan, dan pariwisata, tidak hanya terbatas pada sektor hiburan.

Baca juga: Desta Sebarkan Tuntutan 17+8 Setelah Hujatan Netizen Terkait Pilihan Politik

Dengan semakin banyaknya aplikasi yang menawarkan pengalaman interaktif, pengguna kini dapat menikmati gaming dan menjelajahi destinasi wisata secara virtual. Fenomena ini menandai pergeseran signifikan dalam interaksi individu dengan dunia sekitar.

Transformasi Gaming melalui AR dan VR

Sektor gaming di Indonesia menjadi salah satu yang paling terpengaruh oleh perkembangan AR dan VR. Game-game seperti 'Pokemon Go' telah sukses menarik perhatian banyak pemain dengan pengalaman interaktif yang menggabungkan dunia nyata dan digital.

Penggunaan VR dalam gaming menawarkan pengalaman yang lebih mendalam, di mana pemain dapat merasa seolah-olah benar-benar terlibat dalam permainan. Live-action gaming dengan VR juga memperkenalkan cara baru untuk berkolaborasi dan berkompetisi dengan pemain lain secara global.

Sejumlah studi menyatakan bahwa penggunaan AR dan VR dalam game dapat meningkatkan keterampilan kognitif pemain. Hal ini mencakup peningkatan keterampilan pemecahan masalah, konsentrasi, dan bahkan kemampuan sosial.

Baca juga: Korea Selatan Bersiap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Pendidikan dan Pelatihan dengan AR dan VR

Penerapan teknologi AR dan VR di sektor pendidikan di Indonesia menunjukkan potensi besar dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran. Dengan AR, siswa dapat melihat objek tiga dimensi di kelas, membuat pelajaran menjadi lebih interaktif dan menarik.

VR juga digunakan untuk pelatihan di berbagai bidang, seperti medis dan teknik, di mana simulasi realistik dapat membantu siswa memahami situasi kompleks tanpa risiko. Institusi pendidikan mulai mengadopsi teknologi ini untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih mendalam.

Pengalaman belajar berbasis VR dapat mengurangi tingkat kecemasan yang sering dialami oleh siswa saat melakukan praktik di dunia nyata. Hal ini memberikan rasa percaya diri yang lebih saat siswa menghadapi tantangan di lapangan.

Wisata Virtual, Menjelajahi Dunia dari Rumah

Pandemi COVID-19 telah mempercepat adopsi AR dan VR dalam industri pariwisata. Wisatawan kini dapat mengunjungi tempat-tempat eksotis secara virtual, merasakan suasana destinasi tanpa harus bepergian jauh.

Beberapa platform menawarkan tur virtual ke situs-situs warisan dunia, museum, dan destinasi populer lainnya. Hal ini tidak hanya menyediakan alternatif bagi mereka yang tidak dapat melakukan perjalanan, tetapi juga memperkenalkan lebih banyak orang kepada budaya dan sejarah yang beragam.

Tur virtual ini semakin diminati karena memungkinkan para pengguna untuk merencanakan perjalanan mereka dengan lebih baik setelah situasi membaik. Pengalaman ini turut membantu industri pariwisata untuk tetap bergerak meskipun di tengah tantangan.

Baca juga: Apple Diperkirakan Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author

Ajeng

Editor
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU