Peluncuran Kendaraan Listrik Pertama Perodua, QV-E: Tonggak Baru Industri Otomotif Malaysia
Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim telah meluncurkan secara resmi kendaraan listrik pertama Perodua, QV-E, di Kuala Lumpur pada Senin (1/12/2025). Peluncuran ini menandai tonggak penting bagi industri otomotif Malaysia yang mulai memasuki segmen kendaraan listrik.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Menuai Kritik
Kehadiran QV-E mengindikasikan kemajuan teknologi dan kemandirian industri lokal sebagai respons terhadap tantangan dalam penguasaan teknologi dari mitra asing yang selama ini mendominasi pasar.
Sejarah Baru dalam Industri Otomotif Malaysia
Industri otomotif Malaysia mencatatkan babak baru pada tanggal 1 Desember 2025 dengan peluncuran Perodua QV-E sebagai kendaraan listrik pertama dari produsen otomotif tersebut. Sejak berdiri pada tahun 1993, Perodua dikenal sebagai pabrikan yang bergantung pada desain dan komponen dari prinsipal Jepang, Daihatsu dan Toyota.
Dengan peluncuran ini, Perodua berambisi untuk mengubah citranya di mata konsumen dan menunjukkan kemampuannya dalam menghadirkan inovasi yang sejalan dengan tren kendaraan listrik global.
Perdana Menteri Anwar Ibrahim menegaskan bahwa peluncuran QV-E bukan hanya milestone bagi Perodua, tetapi juga bagi Malaysia sebagai negara yang mulai berani melangkah ke sektor kendaraan listrik.
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Dugaan Penghasutan Massal yang Memicu Kontroversi
Kemandirian Teknologi dan Tantangan yang Dihadapi
Dalam pidatonya, Anwar Ibrahim membuka diskusi tentang kemandirian industri otomotif lokal yang menghadapi tantangan berat, terutama dalam hal alih teknologi dari mitra asing. Ia menyatakan bahwa tidak semua proses transfer teknologi berjalan dengan baik, sehingga inovasi lokal menjadi sangat penting.
Anwar mengapresiasi kolaborasi antara Perodua dan peneliti lokal dalam mengatasi keterbatasan yang ada. "Pencapaian ini lahir dari kecerdasan, disiplin, kegigihan, serta keyakinan para insinyur, ilmuwan, dan tenaga ahli lokal," ujar Anwar.
Ia menekankan pentingnya arah kebijakan yang jelas dan disiplin yang kuat untuk membuktikan bahwa produksi kendaraan listrik oleh perusahaan lokal bukanlah hal yang mustahil.
Dukungan Pemerintah untuk Pengembangan Teknologi
Menutup pernyataannya, Anwar Ibrahim memastikan adanya komitmen dari pemerintah untuk mendukung sepenuhnya pengembangan teknologi kendaraan listrik. Ia berharap peluncuran QV-E dapat menginspirasi generasi muda Malaysia untuk lebih aktif dalam mengeksplorasi inovasi di bidang teknologi.
Meskipun spesifikasi teknis mengenai performa baterai dan jarak tempuh QV-E belum dirilis secara mendetail, model ini diharapkan dapat bersaing di pasar kendaraan listrik entry-level di tingkat regional.
Dukungan ini diharapkan bisa menjadi batu loncatan bagi industri otomotif Malaysia untuk tumbuh dan beradaptasi dengan perubahan pasar yang semakin pesat.
Baca juga: Korea Selatan Bersiap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: