Puasa merupakan ibadah penting bagi umat Muslim, namun bagi lansia dengan tekanan darah tinggi, hal ini menjadi tantangan tersendiri. Memahami cara berpuasa yang aman sangat penting untuk menjaga kesehatan mereka selama bulan Ramadan.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Menuai Kritik
Meskipun banyak lansia yang ingin menjalankan puasa, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar aktivitas ini tidak berisiko bagi kesehatan mereka.
Pentingnya Persiapan Sebelum Puasa
Sebelum memutuskan untuk berpuasa, sangat dianjurkan bagi lansia yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi untuk berkonsultasi dengan dokter. Dokter dapat memberikan rekomendasi yang sesuai berdasarkan kondisi kesehatan setiap individu.
Persiapan mental juga menjadi hal yang tidak kalah penting; memahami batasan dan menyiapkan pola makan yang tepat selama sahur dan buka puasa dapat memberikan kelegaan bagi tubuh.
Mengatur jadwal minum air pun penting, untuk memastikan hidrasi yang cukup sebelum puasa dimulai. Memperhatikan waktu antara sahur dan buka puasa membantu mengurangi risiko dehidrasi.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Perdebatan Selebritas di DPR dan Tantangan Akuntabilitas
Nutrisi yang Tepat Selama Puasa
Polarisasi pola makan sehat saat sahur dan buka puasa sangat membantu dalam menjaga tekanan darah tetap stabil. Konsumsi makanan kaya serat, seperti sayuran dan buah-buahan, sangat dianjurkan.
Hindari konsumsi makanan tinggi garam dan lemak jenuh karena dapat meningkatkan tekanan darah. Sebaliknya, pilihlah sumber protein rendah lemak seperti ikan atau ayam tanpa kulit.
Jangan lupa untuk mengonsumsi cukup cairan, terutama air, setelah berbuka dan menjelang sahur agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik.
Kegiatan Fisik dan Istirahat
Aktivitas fisik tetap penting, namun harus disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi kesehatan. Jalan santai setelah berbuka bisa menjadi pilihan yang baik.
Hindari kegiatan berat, terutama saat sedang berpuasa, untuk mencegah kenaikan tekanan darah yang tidak diinginkan. Istirahat yang cukup di siang hari sangat dianjurkan.
Mendengarkan tubuh dan mengenali tanda-tanda kelelahan sangat penting. Jika merasa pusing atau tidak nyaman, segera konsultasikan dengan tenaga medis.
Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam: Pertimbangan Penting untuk Pelari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: