Selasa, 24 FEBRUARI 2026 • 14:10 WIB

Dampak Positif Puasa terhadap Metabolisme Tubuh

Author

Dampak Positif Puasa terhadap Metabolisme Tubuh

Puasa memiliki dampak signifikan terhadap metabolisme tubuh, lebih dari sekedar sekadar menahan lapar dan haus. Berbagai penelitian mengkonfirmasi bahwa puasa dapat meningkatkan efisiensi tubuh dalam membakar kalori dan memanfaatkan energi.

Baca juga: Kunto Aji Soroti Perdebatan Selebritas di DPR dan Tantangan Akuntabilitas

Praktik puasa kini semakin banyak diminati oleh masyarakat, karena terbukti mendukung penurunan berat badan dan meningkatkan kesehatan metabolik. Hal ini menjadikannya salah satu metode yang populer dalam menjaga kesehatan.

Puasa dan Proses Metabolisme

Saat menjalankan puasa, tubuh beralih dari menggunakan karbohidrat sebagai sumber energi utama ke lemak yang disimpan. Proses ini dikenal sebagai ketogenesis, di mana lemak diubah menjadi keton yang dapat digunakan sebagai sumber energi.

Selama puasa, metabolisme tubuh juga mengalami peningkatan efisiensi. Penelitian menunjukkan bahwa puasa dapat meningkatkan sensitivitas insulin, yang membantu tubuh dalam mengelola gula darah dengan lebih baik.

Dengan peningkatan sensitivitas insulin, risiko terkena diabetes tipe 2 serta penyakit kardiovaskular dapat diminimalisir. Peningkatan metabolisme akan memfasilitasi tubuh dalam membakar kalori meskipun dalam keadaan tidak aktif.

Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Pemblokiran Jalan

Manfaat Puasa Bagi Kesehatan

Puasa hebat dalam memberi kontribusi bagi kesehatan jantung. Dengan berkurangnya kadar trigliserida dan kolesterol LDL, risiko terjadinya penyakit jantung dapat berkurang dengan signifikan.

Lebih lanjut, puasa juga berperan dalam proses perbaikan sel melalui mekanisme yang dikenal dengan autofagi. Proses ini berfungsi membersihkan sel-sel tua atau rusak dan berdampak positif terhadap kesehatan sel secara keseluruhan.

Dalam jangka panjang, puasa berpotensi meningkatkan harapan hidup. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pembatasan kalori melalui puasa dapat berkontribusi pada peningkatan umur.

Puasa dan Keseimbangan Hormonal

Keseimbangan hormonal dalam tubuh juga terpengaruh positif selama puasa. Selama periode puasa, kadar hormon pertumbuhan manusia (HGH) mengalami peningkatan yang signifikan, yang pada gilirannya mendorong pembakaran lemak serta pemeliharaan massa otot.

Keseimbangan hormon ini vital untuk kesehatan metabolik serta pertumbuhan otot. Selain itu, puasa dapat menurunkan kadar hormon stres seperti kortisol yang sering kali menjadi faktor peningkatan berat badan.

Dengan pengaturan hormon yang efektif, puasa membantu tubuh dalam berfungsi lebih optimal pada proses metabolisme sehari-hari.

Baca juga: Korea Selatan Bersiap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU