Tradisi Munggahan merupakan momen yang sangat dinanti menjelang bulan Ramadan, di mana sajian makanan tradisional menjadi sorotan utama. Beragam hidangan tidak hanya memberikan cita rasa yang lezat, tetapi juga menyimpan makna dan simbolik tersendiri bagi masyarakat.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia untuk Memperkuat Timnas
Makanan-makanan tersebut menggambarkan rasa syukur dan kebersamaan yang diperkuat pada saat perayaan ini. Berikut adalah tujuh hidangan tradisional yang identik dengan tradisi Munggahan.
1. Pindang Ikan
Pindang ikan merupakan salah satu makanan khas yang sering disajikan saat Munggahan. Ikan segar yang dibumbui dengan rempah-rempah khas menghasilkan cita rasa yang kuat dan segar.
Hidangan ini biasanya diolah dengan cara direbus menggunakan ikan seperti nila atau bandeng. Kehadirannya di meja makan menjadi simbol berkah dan rezeki bagi keluarga.
2. Nasi Kuning
Nasi kuning menjadi makanan yang tidak boleh terlewatkan dalam tradisi Munggahan. Diberi bumbu kunyit, nasi ini memiliki warna kuning yang cerah dan aroma menggugah selera.
Umumnya, nasi kuning disajikan dengan lauk seperti ayam goreng dan sambal, meningkatkan kelezatan serta nilai gizi di saat bersamaan.
3. Soto
Soto merupakan hidangan berkuah hangat yang muncul dalam berbagai variasi dari berbagai daerah. Saat Munggahan, soto menjadi salah satu pilihan utama untuk menghangatkan suasana.
Dalam penyajian soto, varian daging bisa berupa ayam, sapi, atau ikan. Setiap daerah memiliki cara penyajian dan rasa unik yang menjadi ciri khas mereka.
Baca juga: Sidang Kode Etik Polri Terkait Kematian Pengemudi Ojek Online
4. Ketupat
Ketupat adalah beras yang dikemas dalam daun kelapa muda dan sangat populer saat Munggahan. Seringkali disajikan dengan berbagai sambal dan sayur, ketupat melambangkan kesederhanaan dan pengorbanan.
Hidangan ini biasanya disajikan bersama rendang atau opor, menambah cita rasa dan makna mendalam bagi setiap keluarga.
5. Buah Kurma
Buah kurma menjadi simbol penting dalam menyambut bulan Ramadan. Manisnya kurma sangat digemari banyak orang terutama sebagai hidangan berbuka puasa.
Saat tradisi Munggahan berlangsung, kurma sering disajikan di meja sebagai suguhan istimewa yang melengkapi hidangan lainnya.
6. Gado-Gado
Gado-gado adalah salad khas Indonesia yang kaya akan gizi, sering menjadi pilihan dalam acara Munggahan. Komponen utama dapat berupa sayuran yang disiram bumbu kacang khas.
Hidangan ini sangat cocok melengkapi meja makan, terkenal karena rasa segar dan kandungan nutrisinya yang melimpah.
7. Kue Tradisional
Kue tradisional seperti kue lapis, klepon, dan onde-onde menjadi penutup manis yang sempurna saat Munggahan. Kue-kue tersebut sering kali disajikan untuk menjamu keluarga dan tamu.
Keberagaman dan keindahan kue tradisional menciptakan daya tarik tersendiri, melambangkan kebersamaan dan kehangatan dalam setiap tradisi.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor Transfer
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: