Kamis, 20 NOVEMBER 2025 • 21:05 WIB

Memahami Dead Butt Syndrome: Dampak dan Pencegahannya

Author

Memahami Dead Butt Syndrome: Dampak dan Pencegahannya

Dead Butt Syndrome adalah kondisi kesehatan yang semakin umum terjadi, terutama di kalangan pekerja yang menghabiskan waktu lama dalam posisi duduk. Kondisi ini dapat memengaruhi kesehatan dan produktivitas tanpa disadari oleh penderitanya.

Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens dari Royal Antwerp

Seiring dengan meningkatnya budaya kerja jarak jauh dan waktu kerja yang panjang, penting untuk mengetahui efek negatif dari duduk terlalu lama, termasuk kemungkinan berkembangnya sindrom ini. Artikel ini mengulas secara mendalam mengenai apa itu Dead Butt Syndrome, gejalanya, serta cara pencegahannya.

Apa itu Dead Butt Syndrome?

Dead Butt Syndrome adalah istilah medis yang menggambarkan keadaan di mana otot-otot gluteus tidak aktif akibat posisi duduk yang berkepanjangan. Hal ini dapat menimbulkan kelemahan otot serta ketidaknyamanan yang dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Meskipun sebutannya terdengar remeh, dampak fisiologis yang ditimbulkannya cukup signifikan. Otot yang lemah tidak hanya mengurangi kemampuan bergerak, tetapi juga dapat menyebabkan berbagai masalah pada punggung dan pinggul.

Baca juga: Lima Kota Terbaik di Indonesia untuk Liburan Sendirian

Gejala dari Dead Butt Syndrome

Gejala yang umum dialami oleh penderita sindrom ini termasuk nyeri atau ketidaknyamanan di area bokong dan punggung bagian bawah. Penderita sering kali mengalami kesulitan untuk berdiri atau berjalan setelah duduk dalam waktu lama.

Kondisi ini juga berpengaruh pada aspek lain, seperti penurunan fokus dan produktivitas saat bekerja. 'Ketika otot tidak berfungsi dengan baik, Anda akan merasa lelah dan kurang berenergi', ujar Dr. Maria, seorang fisioterapis yang berpengalaman.

Cara Mencegah Dead Butt Syndrome

Salah satu metode paling efektif untuk mencegah sindrom ini adalah dengan melakukan istirahat berkala selama bekerja. Disarankan untuk berdiri dan bergerak setiap 30 menit guna mengaktifkan otot-otot yang jarang digunakan.

Latihan penguatan khusus untuk otot gluteus juga sangat dianjurkan. 'Gerakan sederhana seperti squat dan lunges dapat membantu mempertahankan kekuatan otot bokong', tambah Dr. Maria.

Baca juga: Mengenal Finfluencer dan Peranannya dalam Pendidikan Keuangan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU